SAMARINDA: Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, menyebut persoalan drainase dan penanganan sampah menjadi prioritas utama dalam kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I.
Hal tersebut disampaikannya usai menyerap berbagai aspirasi masyarakat dari Kecamatan Sambutan, Samarinda Kota, dan Samarinda Ilir.
Sejumlah usulan yang dihimpun didominasi persoalan lingkungan dan infrastruktur dasar.
Usulan warga meliputi perbaikan drainase, penanganan penumpukan sampah, penambahan jaringan pipa PDAM, serta kebutuhan lampu penerangan jalan di sejumlah titik permukiman.
“Usulan masyarakat tadi cukup banyak, mulai dari masalah sampah di Gunung Mangga, drainase, PDAM, sampai lampu jalan. Tapi yang paling prioritas adalah drainase,” ujar Kamaruddin kepada awak media, Minggu malam, 8 Februari 2026.
Ia menjelaskan, persoalan drainase menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.
Menurutnya, perbaikan dan normalisasi drainase perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain itu, penumpukan sampah di kawasan Gunung Mangga juga menjadi sorotan.
Kamaruddin menilai lokasi tersebut sudah tidak layak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sementara (TPS), mengingat meningkatnya volume sampah dan aktivitas lalu lintas di sekitarnya.
“Masalah sampah nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), karena itu tupoksinya,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan sampah harus dilakukan secara serius agar tidak menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga. DPRD Kota Samarinda pun berencana memanggil DLH untuk membahas solusi terbaik, termasuk kemungkinan pemindahan TPS ke lokasi yang lebih sesuai.
“Nanti kita panggil DLH untuk membahas solusinya bagaimana dan dipindahkan ke mana TPS-nya, kalau memang di situ sudah tidak pada tempatnya lagi,” pungkasnya.

