SAMARINDA: Kebijakan rasionalisasi atau efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat berdampak langsung pada capaian kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat kota, termasuk di Kota Samarinda.
Sejumlah target yang telah disusun dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Murni 2025 dilaporkan tidak tercapai secara maksimal akibat efisiensi anggaran yang dilakukan di tengah tahun berjalan. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah melakukan sinkronisasi data agar laporan pertanggungjawaban tetap akurat.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Samarinda, Imam Gunadi, menjelaskan ketidaktercapaian target mayoritas disebabkan pemotongan anggaran operasional, seperti biaya perjalanan dinas dan kegiatan teknis lainnya.
“Efisiensi ini langsung dari pusat yang memotong anggaran, sehingga perangkat daerah mau tidak mau harus menyesuaikan,” ujarnya saat ditemui usai agenda evaluasi, Selasa, 24 Februari 2026.
Imam menyebut salah satu dampak nyata terlihat pada sektor perdagangan yang ditangani Dinas Perdagangan serta sektor olahraga oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Ia juga menyinggung pembangunan pasar buah di Jalan Merdeka yang telah rampung, namun belum dapat dioperasionalkan tahun ini karena biaya operasionalnya terdampak pemangkasan anggaran. Hal serupa terjadi pada sejumlah agenda Disporapar yang terpaksa dibatalkan.
Selain faktor anggaran, Imam menyoroti masih adanya OPD yang kurang cermat dalam merevisi target saat memasuki RKPD Perubahan.
Akibatnya, beberapa agenda tidak berjalan maksimal karena target tidak disesuaikan dengan kemampuan keuangan terbaru.
“Seharusnya target direvisi sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada setelah adanya efisiensi, agar tidak terjadi ketimpangan antara rencana dan realisasi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Samarinda kini mendorong seluruh perangkat daerah tetap melaksanakan kegiatan secara optimal serta disiplin dalam pelaporan melalui sistem e-Dalev guna meminimalisasi anomali data.
“Bagi perangkat daerah yang anggarannya mencukupi, mereka harus menyiasati strategi agar tetap bisa mendekati target yang telah ditetapkan,” tutupnya.

