SAMARINDA: Peternak sapi Samarinda Mujianto membagikan pengalamannya merawat sapi jumbo hingga beberapa kali terpilih menjadi hewan kurban presiden.
Mujianto yang juga Ketua Asosiasi Pwternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Borneo mengatakan, perawatan sapi berbobot besar membutuhkan perhatian khusus, terutama pada kebersihan kandang dan kondisi kesehatan ternak.
“Kalau sapi besar memang ada perlakuan khusus dalam arti kita harus selalu menjaga, memperhatikan kukunya dan kesehatan, kestabilan tubuhnya supaya dia stabil makan dan tidak mudah sakit,” katanya saat diwawancarai di kandang sapi miliknya, Minggu, 24 Mei 2026.
Menurut dia, kebersihan kandang menjadi faktor penting agar ternak tetap nyaman dan sehat. Ia bahkan menggunakan rumput fermentasi untuk meminimalisasi bau kandang.
“Kenapa rumput itu saya fermentasi? Supaya aroma kandang itu tidak menyengat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kandangnya berada di kawasan pinggir jalan dan dekat lingkungan masyarakat sehingga pengelolaan limbah dan aroma kandang harus diperhatikan.
“Kalau dikasihkan rumput segar dalam waktu satu minggu kandang itu aromanya sudah enggak karu-karuan,” katanya.
Selain menggunakan pakan fermentasi, Mujianto juga membudidayakan sendiri rumput pakan ternak untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan sapi.
“Kita sebagai peternak jangan tergantung dengan rumput liar atau rumput alam. Kita enggak tahu habis disemprot pestisida atau tidak,” jelasnya.
Untuk menjaga kesehatan sapi, ia rutin memberikan vitamin setiap satu setengah bulan sekali melalui suntikan.
“Si Bejo (sapi bantuan presiden) ini saya selalu kasih vitamin. Saya pakai Cardiofit,” ujarnya.
Mujianto mengungkapkan, sapi miliknya sudah beberapa kali terpilih menjadi hewan kurban presiden, termasuk pada masa Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah mungkin ini sudah ketiga kali,” tuturnya.
Mujianto mengatakan, di kandangnya terdapat dua kategori sapi, mulai kelas ekonomi hingga sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton.
Ia pun berharap peternak di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara bisa ikut mengembangkan sapi jumbo berkualitas agar dapat direkomendasikan menjadi hewan kurban presiden di masa mendatang.
“Harapan saya teman-teman peternak bisa memiliki atau merawat sapi-sapi jenis jumboan seperti limosin, simental, brahman cross atau angus,” tandasnya.

