SAMARINDA: Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan akses gizi masyarakat.
Langkah ini dinilai krusial karena kualitas intelektual dan fisik generasi mendatang sangat bergantung pada pemenuhan nutrisi sejak dini.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyatakan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan fondasi bagi pembentukan manusia yang mampu berpikir jernih dan produktif.
Menurutnya, asupan nutrisi yang baik akan berdampak langsung pada kemampuan masyarakat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya secara optimal.
“Kualitas SDM sangat ditentukan oleh kualitas pemenuhan gizi. Ini adalah keharusan bagi setiap manusia agar dapat berpikir secara jernih,” ujarnya saat meresmikan operasional SPPG Muhammadiyah di Teluk Lerong Ilir, Samarinda, Rabu, 25 Februari 2026.
Saat ini, jumlah titik layanan dapur gizi di Samarinda terus mengalami peningkatan signifikan.
Dari data awal yang mencatat sekitar 70 unit, kini bertambah menjadi sekitar 80 titik.
Pemkot bahkan menargetkan jumlah tersebut dapat meningkat hingga 100 titik layanan guna memperluas jangkauan pemenuhan gizi di seluruh wilayah kota.
Fokus sasaran program ini mencakup kelompok rentan secara menyeluruh, mulai dari ibu hamil, balita, hingga pelajar tingkat SMA.
Intervensi gizi pada tahap-tahap pertumbuhan tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memutus rantai persoalan nutrisi di Kalimantan Timur.
“Harapannya, asupan gizi ini menjangkau anak-anak mulai dari dalam kandungan, balita, sampai SMA agar mereka mendapatkan nutrisi yang baik,” tambahnya.
Program ini merupakan bentuk sinkronisasi antara kebijakan daerah dan program strategis pemerintah pusat terkait ketahanan pangan dan gizi.
Implementasi tersebut dipandang sebagai langkah konkret dalam mendukung visi besar transformasi sosial di tingkat nasional.
“Sekarang alhamdulillah, Pak Prabowo sudah merencanakan ini, sudah dijalankan ini. Nanti ada yang namanya koperasi merah putih dan sekolah rakyat lagi,” jelasnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah, penyediaan layanan gizi ini diharapkan tidak hanya menjadi program sementara, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan kompetitif.

