SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis melalui inspeksi mendadak (sidak) secara berkala.
Langkah tersbeut diambil guna merespons kekhawatiran masyarakat terkait adanya temuan paket makanan berupa roti berjamur dan tanpa label BPOM yang beredar di luar daerah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menyatakan bahwa pengawasan ketat mulai dari proses persiapan, distribusi, hingga konsumsi sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan para siswa.
Ia menekankan agar pihak pengelola memperhatikan masa kedaluwarsa produk, terutama jenis roti dan susu yang memiliki batas waktu konsumsi yang singkat.
“Kita akan monitor terus, kalau perlu sidak untuk melihat persiapan pelayanannya. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan kepada konsumen,” tegas Saefuddin usai Launching dan peresmian SPPG Muhammadiyah, Rabu, 25 Februari 2026 di Jalan Siradj Salman, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Ia turut menambahkan pentingnya kesegaran produk yang didistribusikan kepada anak-anak.
Termasuk dengan tidak membiarkan bahan makanan disimpan terlalu lama sebelum di konsumsi.
“Kalau bisa produksi roti pagi, sudah didistribusikan masih hangat-hangat kuku, anak-anak makan enak, dan insyaallah itu tidak mengakibatkan anak-anak kena keracunan,” tambahnya.
Peluncuran titik ke-46 SPPG yang beroperasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkot Samarinda dengan Yayasan Muhammadiyah.
Wakil Wali Kota menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memastikan program nasional dari Badan Gizi Nasional dapat terakomodir dengan baik hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
“Alhamdulillah, ini adalah peluncuran dapur Makan Bergizi Gratis ke-46 yang resmi beroperasional. Moga-moga terus ke depannya nanti bisa bertambah secepatnya,” ujarnya.
Saefuddin juga memberikan apresiasi terhadap kemandirian Muhammadiyah yang dinilai sudah berpengalaman dalam menjalankan kegiatan pelayanan sosial serupa.
Dapur ini diharapkan menjadi pionir kolaborasi Pemkot dengan Muhammadiyah di Samarinda yang diharapkan akan terus bertambah di daerah lainnya.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim), Siswanto Sunandar yang menyatakan kesiapannya untuk bersinergi lebih luas di wilayah Kaltim, khususnya di Kota Samarinda.
Katanya, untuk mendukung keberlanjutan program, pasokan bahan baku makanan rencananya akan menyerap hasil dari para kader serta UMKM binaan persyarikatan.
Dengan melalui koordinasi majelis ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Kaltim.
“Kami bisa sinergi dan kolaborasi. Muhammadiyah menunggu titik-titik yang lain, baik di Samarinda maupun kota-kota di wilayah Kalimantan Timur,” terangnya.
Melalui integrasi antara sistem pengawasan yang ketat dan kolaborasi bersama organisasi masyarakat, Pemkot Samarinda berharap program ini dapat berjalan konsisten tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan standar gizi yang telah ditetapkan.

