SAMARINDA: Muhammadiyah resmi memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pertama di Kota Samarinda, tepatnya di Teluk Lerong Ilir, Komplek Muhammadiyah Center.
Kehadiran dapur layanan tersebut menjadi langkah awal organisasi itu dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim), Siswanto, menyampaikan peresmian SPPG ini menandai keterlibatan langsung Muhammadiyah dalam mendukung program pemenuhan gizi bagi pelajar.
Ia menyebut pengalaman Muhammadiyah menjalankan program serupa di sejumlah daerah di Pulau Jawa menjadi bekal dalam mengimplementasikan skema MBG di Samarinda.
“Sebelum ada MBG, Muhammadiyah sudah lebih dulu menjalankan kegiatan serupa di beberapa wilayah. Ketika sekarang pemerintah meluncurkan program ini, tentu kita siap bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
SPPG yang baru diresmikan tersebut pada tahap awal melayani sekolah terdekat.
Namun, Muhammadiyah memastikan layanan itu tidak bersifat eksklusif untuk sekolah internal, melainkan dapat menjangkau sekolah lain sesuai kebutuhan dan penugasan distribusi.
“Tidak hanya untuk sekolah Muhammadiyah. Nanti disesuaikan dengan kebutuhan dan penugasan. Kebetulan yang terdekat saat ini memang di Muhammadiyah 2,” jelasnya.
Saat ini, SPPG tersebut menjadi satu-satunya titik layanan Muhammadiyah di Samarinda. Ke depan, organisasi itu menargetkan penambahan lokasi, baik di Kota Samarinda maupun di kabupaten/kota lain di Kaltim.
“Kami menunggu titik berikutnya, baik di Samarinda maupun di kabupaten/kota lain di Kaltim,” katanya.
Selain memperluas jangkauan layanan, Muhammadiyah juga menyiapkan sistem pasokan bahan baku berbasis internal organisasi.
Kebutuhan pangan untuk MBG akan diprioritaskan berasal dari kader serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Muhammadiyah.
Skema tersebut akan melibatkan unsur Majelis Ekonomi dan lembaga pemberdayaan di lingkungan persyarikatan, sehingga program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi kader.
“Kalau tersedia di wilayah kader, tentu akan disuplai oleh kader atau UMKM binaan Muhammadiyah. Itu yang akan mendukung operasional SPPG,” terang Siswanto.
Ia menegaskan Muhammadiyah berkomitmen menjaga standar mutu dan kepercayaan yang diberikan dalam pengelolaan layanan tersebut.
“Kami akan menjaga amanah ini. Insyaallah apa yang sudah kita siapkan telah memenuhi persyaratan,” pungkasnya.

