SAMARINDA: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jemaah Dzikir Nurul Wathon Alhambalangi Al Qitoh Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mematangkan pembentukan kepengurusan periode 2026–2031 serta panitia pelantikan organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rapat pembentukan panitia tersebut digelar dalam pertemuan kedua yang berlangsung di Warung Kopi Bagios, Samarinda, dan dihadiri sejumlah pengurus DPD, Sabtu, 28 Februari 2026.
Agenda rapat juga dilanjutkan dengan koordinasi secara daring melalui Zoom bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Sekretaris DPD Jemaah Dzikir Nurul Wathon Alhambalangi Al Qitoh Indonesia Kaltim Supriyanto mengatakan pertemuan ini menjadi bagian dari upaya percepatan persiapan pelantikan yang waktunya semakin dekat.
“Meeting kedua ini kita fokus pada pembentukan panitia sekaligus mengejar waktu, karena pelantikan rencananya akan dilaksanakan pada bulan April, minggu terakhir, setelah Lebaran di IKN,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini persiapan pelantikan telah mencapai sekitar 50 persen, termasuk koordinasi dengan pengurus di tingkat kabupaten dan kota yang akan turut hadir dalam agenda tersebut.
Menurut Supriyanto, seluruh DPC di wilayah Kalimantan Timur pada prinsipnya telah terbentuk. Dalam pelantikan nanti, masing-masing daerah direncanakan diwakili oleh unsur pimpinan inti, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara.
“Kepengurusan ini merupakan yang pertama kali dibentuk di Kalimantan Timur. Di tingkat pusat organisasi sudah terbentuk, dan Kaltim menjadi salah satu daerah awal sebelum nantinya dibentuk di provinsi lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan tersebut juga direncanakan akan dimeriahkan oleh penampilan Majelis Hadrah dari Banyuwangi sebagai bagian dari rangkaian acara keagamaan dan silaturahmi jemaah.
Supriyanto menambahkan, pembentukan struktur organisasi ini merupakan mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk memperluas jaringan jemaah di berbagai daerah.
Adapun visi utama organisasi, kata dia, tidak hanya memperkuat ukhuwah atau silaturahmi antaranggota, tetapi juga menggelar kegiatan dzikir bersama sebagai doa untuk keselamatan bangsa.
“Tujuan utamanya tentu silaturahmi dan dzikir untuk keselamatan bangsa, termasuk mendoakan agar kepemimpinan nasional dapat berjalan lancar,” katanya.
Di samping kegiatan spiritual, Jemaah Dzikir Nurul Wathon Alhambalangi Al Qitoh Indonesia juga berencana aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk membantu masyarakat pada situasi kebencanaan.
“Kami juga ingin hadir dalam kegiatan sosial, membantu saudara-saudara kita ketika terjadi musibah atau bencana,” tambahnya.
Melalui pembentukan kepengurusan ini, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kegiatan keagamaan sekaligus sosial yang memberi kontribusi positif bagi masyarakat di Kalimantan Timur.

