SAMARINDA: Program Gratispol Internet Desa milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terus menunjukkan progres signifikan.
Pemerintah Provinsi Kaltim, telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp5 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung penyelesaian program tersebut.
Dari total target 841 desa dan kampung, sebanyak 804 desa kini telah terpasang layanan internet gratis pada tahun 2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, masih tersisa sekitar 39 desa yang saat ini dalam tahap finalisasi pemasangan.
“Dari 841 desa, 804 sudah terpasang. Sisanya memang masih menunggu anggaran perubahan dan ada juga yang terkendala karena belum tersedia listrik,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.
“Pak Gubernur memberikan sekitar Rp5 miliar untuk anggaran perubahan. Mudah-mudahan cukup,” katanya.
Namun ia mengaku, tantangan terbesar program tersebut bukan pada jaringan internet. Melainkan ketersediaan listrik, di sejumlah wilayah pedalaman dan perbatasan.
Sementara itu, masih terdapat sekitar 125 desa yang belum menikmati listrik selama 24 jam penuh sehingga koneksi internet di wilayah tersebut masih sangat bergantung pada genset atau sumber energi alternatif.
“Kalau listrik tidak ada, bagaimana caranya memasang internet? Masa pakai genset terus, pusing juga bayar minyaknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, urusan penyediaan listrik bukan menjadi kewenangan Diskominfo, sehingga pihaknya masih menunggu percepatan pembangunan jaringan listrik oleh PLN.
“PLN menargetkan percepatan elektrifikasi di Kaltim selesai sekitar 2027 sampai 2028. Kalau listriknya sudah ada, internet aman,” katanya.
Program Gratispol Internet Desa, merupakan program unggulan Pemprov Kaltim. Sedangkan yang menyediakan akses WiFi publik, gratis di kantor desa di seluruh wilayah Kaltim.
Layanan internet tersebut, memiliki kapasitas hingga 100 Mbps. Dengan dukungan berbagai teknologi , seperti fiber optik, jaringan seluler dan satelit.
Berdasarkan data Diskominfo Kaltim, dari total desa yang telah terpasang, sebanyak 439 desa menggunakan jaringan fiber optik, 131 desa menggunakan jaringan seluler dan 232 desa memanfaatkan layanan satelit.
Untuk progres pemasangan per daerah, Kabupaten Mahakam Ulu tercatat telah menyelesaikan pemasangan di 50 desa, Kutai Barat 167 desa, Paser 131 desa, Penajam Paser Utara seluruh desa selesai terpasang, Kutai Kartanegara 188 desa, serta Kutai Timur 136 dari 139 desa.
Sedangkan desa yang masih dalam tahap pemasangan pada 2026 tersebar di Kabupaten Berau satu desa, Kutai Barat 23 desa, Kutai Kartanegara lima desa, Kutai Timur dua desa dan Paser delapan desa.
Faisal berharap, seluruh desa di Kaltim dapat segera menikmati akses internet gratis. Secara optimal, seiring percepatan pembangunan infrastruktur listrik di daerah terpencil.

