SAMARINDA: Pengelola Masjid Raya Darussalam Samarinda memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri telah rampung.
Persiapan tersebut meliputi penunjukan petugas hingga pengaturan kapasitas jemaah yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.
Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda, Arnani, menyebut seluruh petugas seperti khatib, imam, dan bilal telah terkonfirmasi serta siap menjalankan tugas pada hari pelaksanaan.
“Untuk petugas khatib, imam, bilal sudah terkoordinasi, insya Allah siap bertugas. Tinggal menunggu hari pelaksanaan saja,” ujarnya saat memberikan keterangan pers, Rabu, 18 Maret 2026 di kantor pengelola masjid.
Pada pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini, Andi Harun yang menjabat sebagai Wali Kota Samarinda dijadwalkan bertindak sebagai khatib di Masjid Raya Darussalam.
Arnani menyebut ini menjadi kali kedua Andi Harun mengisi khutbah di masjid tersebut setelah sebelumnya menjadi khatib pada Salat Iduladha beberapa tahun lalu.
“Kalau Idulfitri, beliau diminta jadi khatib, mungkin yang sambutan wakil wali kota. Namun biasanya beliau (Andi Harun) tetap hadir di hari raya setiap tahun, minimal memberikan sambutan,” katanya.
Selain kesiapan teknis ibadah, Arnani memastikan berbagai pendukung lainnya juga telah disiapkan agar pelaksanaan berjalan tertib.
Secara umum, ia menyatakan tidak ada kendala berarti dan hanya tinggal mematangkan pelaksanaan pada hari H.
Usai Salat Idulfitri, agenda akan dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi yang dihadiri Wali Kota Samarinda.
Kegiatan tersebut berlangsung secara sederhana di dalam ruangan masjid.
“Setelah salat Id, biasanya ada silaturahmi bersama wali kota, menikmati hidangan ala kadarnya. Yang penting kebersamaan setelah melewati Ramadan dengan aman dan lancar,” terangnya.
Masjid Raya Darussalam diketahui memiliki kapasitas maksimal sekitar 14 ribu jemaah hingga lantai tiga.
Lantai pertama mampu menampung sekitar 7 ribu jemaah.
“Pembagian tempat ikhwan dan akhwat biasanya laki-laki di lantai satu, perempuan di lantai dua dan tiga,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan sebelumnya, Arnani menyebut jumlah jemaah yang hadir rata-rata mencapai 10 ribu orang.
Namun angka tersebut kini cenderung berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya seiring bertambahnya masjid besar di berbagai titik Samarinda.
“Dulu jemaah sampai meluber ke kawasan Citra Niaga. Sekarang sudah terbagi karena ada beberapa masjid besar lain,” katanya.
Untuk fasilitas parkir, pengelola menyebut area parkir utama berada di kawasan masjid dan juga memanfaatkan sejumlah ruas jalan di sekitarnya.
“Parkir biasanya sampai di luar dengan memanfaatkan area sekitar. Sekarang lebih terbantu karena ada beberapa titik parkir tambahan di sekitar kawasan,” pungkasnya.

