SAMARINDA: Arus mudik Lebaran di Terminal Sungai Kunjang hingga Kamis, 19 Maret 2026 terpantau masih landai.
Kondisi ini terjadi meskipun Pos Pengamanan (Pospam) telah beroperasi selama enam hari sejak 13 Maret.

Kajaga Pospam Terminal Sungai Kunjang, Aiptu Irwanto mengatakan situasi terminal sejauh ini relatif aman dan terkendali, dengan jumlah pemudik yang belum mengalami lonjakan signifikan.
“Untuk sampai saat ini situasi relatif aman, kondusif, tertib dan terkendali. Kalau untuk pemudik masih landai, tidak begitu ramai,” ujarnya saat ditemui di terminal, Kamis, 19 Maret 2026.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang justru sempat terjadi sehari sebelumnya, tepatnya Rabu, 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan pelaksanaan program mudik gratis.
“Kalau puncaknya sebetulnya sudah kemarin saat ada mudik gratis. Sekarang masih landai,” jelasnya.
Minimnya lonjakan penumpang juga berdampak pada tidak adanya keluhan dari para pemudik.
Meski begitu, petugas tetap melakukan patroli rutin setiap satu jam untuk memastikan kondisi terminal tetap aman sekaligus menampung aspirasi penumpang.
“Setiap satu jam kami lakukan kontrol dan patroli, sekaligus tanya jawab dengan pemudik. Sampai saat ini tidak ada keluhan,” katanya.
Namun, petugas masih menemukan sejumlah pemudik yang salah tujuan akibat perubahan lokasi layanan terminal, khususnya penumpang yang hendak menuju Bontang maupun Banjarmasin.
“Biasanya ada yang nyasar, tujuannya ke Bontang atau Banjarmasin tapi datang ke sini. Langsung kami arahkan ke terminal yang sesuai,” ungkap Irwanto.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan layanan terminal setelah sebelumnya sempat digabung saat proses renovasi terminal di Samarinda Seberang.
Selain menjaga keamanan, posko juga memberikan layanan bantuan bagi pemudik, termasuk penanganan jika ada yang sakit atau membutuhkan informasi perjalanan.
“Kalau ada yang kesasar kami bantu arahkan, kalau ada yang sakit akan kami bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Fasilitas kesehatan rujukan yang disiapkan antara lain klinik di kawasan Islamic Center Samarinda, Rumah Sakit Hermina Samarinda, hingga klinik milik Polresta Samarinda.
Hingga saat ini, belum ada laporan pemudik yang mengalami kelelahan ataupun gangguan kesehatan selama berada di terminal.
Pos pengamanan di terminal tersebut melibatkan personel gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Satpol PP Samarinda, serta dukungan dari Tentara Nasional Indonesia.
Dari sisi pengemudi, Irwanto memastikan tidak ada keluhan yang disampaikan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau agar kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak jalan demi keselamatan penumpang.
“Kami pastikan pengemudi dan kendaraan dalam kondisi baik. Jangan sampai kendaraan tidak layak jalan dan membahayakan penumpang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para pemudik untuk tetap waspada terhadap barang bawaan serta tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal selama berada di area terminal.

