SAMARINDA: Tim gabungan pos pelayanan di Samarinda mencatat sekitar 30 kasus kecelakaan selama pelaksanaan pengamanan arus mudik, meski hingga kini belum ditemukan pemudik yang mengalami kelelahan.

Relawan PMI Kota Samarinda di Pos Terpadu Polresta Samarinda, Kwanfu menyebut laporan kecelakaan tersebut berasal dari berbagai kejadian di lapangan yang kemudian ditangani oleh tim yang bertugas.
“Dari laporan yang masuk sekitar ada 30-an kasus kecelakaan, tapi untuk pastinya kami kurang tahu karena sistemnya shift,” ujarnya ditemui di Pos Terpadu Polresta Samarinda, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini tidak ada keluhan dari pemudik yang singgah ke posko, termasuk terkait kondisi kesehatan selama perjalanan.
“Kalau keluhan dari pemudik belum ada. Jarang juga yang singgah untuk menyampaikan kelelahan, biasanya kami dapat informasi saat ada kecelakaan lalu kami yang datang ke lokasi,” katanya.
Untuk layanan kesehatan, Kwanfu mengaku bahwa posko saat ini hanya menyediakan pemeriksaan dasar seperti pengecekan tekanan darah (tensi) serta siaga penanganan kecelakaan dengan dukungan tim medis gabungan.
“Layanan kesehatan sementara ini hanya cek tensi dan standby untuk penanganan kecelakaan, bekerja sama dengan tim medis di pos,” jelasnya.
Selain pos yang berada di lokasi saat ini, terdapat satu posko lain yang disiagakan di kawasan Palaran, tepatnya di sekitar pos tol.
“Untuk posko pelayanan tahun ini ada dua, di sini dan di Palaran,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
“Kalau perjalanan panjang, pastikan kondisi tubuh fit dan kendaraan aman supaya perjalanan juga aman,” katanya.
Ia menambahkan, layanan pemeriksaan kesehatan gratis secara menyeluruh bagi pengemudi bukan menjadi kewenangan posko ini, melainkan berada di bawah Dinas Kesehatan.
Meski demikian, posko tetap dapat memberikan penanganan awal apabila ada pemudik yang mengalami gangguan kesehatan, seperti kelelahan atau sesak napas.
“Kalau ada yang datang mengeluh capek atau pusing, biasanya kita istirahatkan dulu. Kalau sesak napas bisa dibantu dengan terapi oksigen,” jelasnya. Namun, hingga saat ini belum ditemukan kasus serupa selama masa tugasnya di pos tersebut.
Pelayanan posko sendiri dijadwalkan berlangsung hingga akhir Maret 2026 dengan sistem penjagaan bergantian oleh personel gabungan dari berbagai instansi.

