SAMARINDA: Puncak arus balik Lebaran di Terminal Tipe A Samarinda Seberang ditandai dengan lonjakan kedatangan penumpang dari arah Banjarmasin (Kalimantan Selatan) yang jauh lebih tinggi dibandingkan keberangkatan.

Petugas Satuan Pelayanan terminal, Wistiyo, mengungkapkan berdasarkan data real-time, arus balik saat ini didominasi bus yang datang ke Samarinda.
“Pada puncak arus balik hari ini, yang dominan itu kedatangan dari Banjarmasin, sekitar 20 bus. Sementara keberangkatan dari sini hanya sekitar 10 bus,” ujarnya kepada Narasi.co, Minggu, 29 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi ini merupakan kebalikan dari arus mudik sebelumnya, di mana jumlah penumpang yang berangkat dari Samarinda menuju Banjarmasin justru lebih tinggi.
“Kalau arus mudik kemarin justru banyak yang berangkat dari sini. Sekarang arus balik, lebih banyak yang datang,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah armada juga terjadi selama periode puncak Lebaran 2026.
Pada hari normal, hanya terdapat lima hingga tujuh bus yang beroperasi, namun saat puncak arus mudik dan balik jumlahnya meningkat menjadi 17 hingga 20 bus per hari.
“Selama Lebaran, paling sedikit ada 10 bus per hari. Di puncaknya bisa sampai 17 sampai 20 bus untuk keberangkatan maupun kedatangan,” jelasnya.
Dari sisi kapasitas, tingkat keterisian bus juga mengalami lonjakan.
Jika pada kondisi normal okupansi berada di kisaran 50 persen, saat arus balik meningkat hingga sekitar 75 persen.
“Kalau kapasitas 44 kursi, saat Lebaran bisa terisi sekitar 25 sampai 37 penumpang,” ungkapnya.
Layanan transportasi di terminal ini dilayani oleh sejumlah perusahaan otobus seperti DAMRI, Bintang Emas, Samarinda Lestari, dan Pulau Indah Jaya dengan rute utama Samarinda–Banjarmasin.
Menghadapi lonjakan tersebut, pihak terminal meningkatkan pelayanan dengan memastikan kebersihan fasilitas, menyediakan ruang tunggu nyaman, serta menghadirkan fasilitas pendukung seperti charging station, toilet, musala, hingga layanan penitipan barang.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi juga telah dilakukan sebelum periode Lebaran untuk memastikan keselamatan perjalanan.
“Tes kesehatan sopir dilakukan agar pengemudi dalam kondisi prima saat melayani arus mudik dan balik,” katanya.
Wistiyo mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Yang paling penting tetap jaga keselamatan, patuhi aturan, dan pastikan kondisi kendaraan layak jalan,” pungkasnya.

