SAMARINDA: Jembatan penghubung bertajuk “Jembatan Merah Putih” di Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), resmi difungsikan sebagai solusi atas rusaknya akses yang selama ini menghambat mobilitas warga RT 04 dan RT 05.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyebut jembatan ini merupakan yang pertama dibangun melalui kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat di Kota Tepian.
“Ini yang pertama. Insyaallah ke depan akan ada lagi, kita sedang profiling wilayah yang membutuhkan,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Hendri menjelaskan, jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan selama beberapa bulan sehingga tidak bisa digunakan, terutama oleh kendaraan roda dua.
“Ada jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat, tapi dalam beberapa bulan terakhir rusak dan tidak bisa dilalui, terutama motor,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, jajaran Polresta Samarinda bersama pihak terkait bergerak melakukan renovasi agar akses warga kembali normal.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program Asta Cita pemerintah pusat, yang mendorong kedekatan aparat dengan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.
“Melalui momentum ini, kami melakukan renovasi jembatan agar bisa kembali difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat,” jelas Hendri.
Proses pembangunan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, hingga masyarakat setempat, serta berkoordinasi dengan pemerintah kota.
“Pengerjaannya bersama, ada TNI, Polri, dan warga. Kita juga berkoordinasi dengan pemerintah kota,” ujarnya.
Jembatan dengan ukuran sekitar 2×2 meter ini diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga dapat digunakan secara aman oleh warga sekitar.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah hingga mobilitas kerja sehari-hari.
Selain itu, jembatan juga menjadi akses penting saat kondisi tertentu seperti banjir yang kerap mengganggu jalur utama.
Ke depan, Polresta Samarinda akan terus memetakan wilayah lain yang membutuhkan pembangunan atau perbaikan infrastruktur serupa, khususnya di daerah dengan medan sulit.
“Harapannya, jembatan ini benar-benar memberi manfaat dan mempermudah kegiatan masyarakat,” pungkas Hendri.

