SAMARINDA: Penerbit Erlangga bersama BINUS Creates menggelar workshop bertajuk Mastering Coding Artificial Intelligence for Teachers di Samarinda sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta yang mayoritas berasal dari sekolah dasar (SD) swasta, dengan porsi sekitar 99 persen, sementara sisanya dari SD negeri.
Manager Erlangga Samarinda, Hermawan Catur Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Erlangga sebagai mitra pembangunan pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur.
“Erlangga merupakan salah satu penerbit yang menjadi mitra pembangunan di Kalimantan Timur. Ini menjadi amanah bagi kami untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program,” ujarnya diwawancarai di Hotel Fugo Samarinda, Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, Samarinda sebagai ibu kota provinsi memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan, sehingga kolaborasi dengan Dinas Pendidikan terus diperkuat, baik dari sisi peningkatan sumber daya manusia maupun program pembelajaran.
Ia juga menyoroti dinamika regulasi pendidikan yang terus berkembang, khususnya menjelang implementasi kebijakan pendidikan terbaru pada 2026.
“Perubahan regulasi itu adalah tantangan zaman. Kita tidak perlu takut, tetapi harus siap untuk terus meng-update dan meng-upgrade diri agar mampu mengikuti perkembangan,” katanya.
Hermawan menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari sarana, prasarana, hingga produk pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sementara itu, salah satu peserta workshop, Abdul Muthalib yang juga Ketua Kelompok Kerja Kepala SD Swasta Samarinda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BINUS dan Penerbit Erlangga yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Meski pesertanya masih terbatas, ini merupakan bentuk komitmen stakeholder dalam memajukan pendidikan di Samarinda,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat besar bagi para guru dan kepala sekolah, terutama dalam menghadapi kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan terkait integrasi teknologi dalam pembelajaran.
“Coding dan kecerdasan artifisial akan menjadi bagian dari kurikulum utama di sekolah. Kegiatan seperti ini sangat penting agar guru siap dan mampu beradaptasi,” katanya.
Menurut Abdul Muthalib, pelatihan tersebut menjadi ruang belajar yang efektif untuk mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Harapannya, dengan kegiatan ini, guru bisa lebih siap dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

