SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan pembangunan SMPN 2 Samarinda yang terbakar pada Rabu, 1 April 2026, segera dilaksanakan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Muhammad Wahiduddin, mengatakan anggaran pembangunan fisik sekolah tersebut telah tersedia dan siap masuk tahap pelaksanaan.
Kepastian ini disampaikan menyusul kebutuhan mendesak fasilitas pendidikan yang memadai di Samarinda.
“SMPN 2 dalam waktu dekat akan dibangun. Anggarannya sudah tersedia, tinggal pelaksanaan pembangunan. Mudah-mudahan proses lelangnya bisa berlangsung cepat karena ini adalah keperluan mendesak,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.
Wahiduddin memproyeksikan, jika tahapan administrasi berjalan lancar, pengerjaan fisik sudah dapat dimulai bulan ini.
Ia berharap kendala teknis dapat diminimalisir agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.
“Harapannya semua bisa berjalan lancar, tidak terkendala, dan anak-anak bisa belajar dengan normal kembali,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi infrastruktur pendidikan di Samarinda juga menjadi perhatian.
Ia menyebut kelayakan gedung SMP secara umum telah mencapai lebih dari 90 persen, meski masih ada beberapa sekolah yang memerlukan pembenahan.
Menurutnya, tantangan lebih banyak terjadi pada jenjang sekolah dasar (SD). Banyak gedung SD yang harus menunggu perbaikan akibat keterbatasan anggaran.
“SD ini banyak yang menunggu ketersediaan anggaran, sehingga perputaran sekolah yang diperbaiki itu jauh lebih lama dibandingkan SMP. Kadang sekolah yang dibangun pertama sudah rusak lagi sementara antrean perbaikan masih berputar,” jelasnya.
Berdasarkan data, sekitar 15 gedung SD negeri dari total 164 SD di Samarinda saat ini masuk kategori rusak parah.
Meski demikian, pemerintah kota berkomitmen meningkatkan alokasi anggaran ke depan untuk menuntaskan persoalan infrastruktur pendidikan.
“Mudah-mudahan penganggaran ke depan bisa lebih besar, sehingga konsentrasi untuk perbaikan-perbaikan sekolah di Kota Samarinda bisa teratasi semua,” pungkasnya.

