
BONTANG: Sekolah di Kota Bontang dinilai memiliki peluang besar memperoleh bantuan pembangunan dari pemerintah pusat hingga miliaran rupiah, asalkan aktif memperbarui data pendidikan dan membangun komunikasi dengan kementerian terkait.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto, mengatakan kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas membuat sekolah, khususnya swasta, perlu lebih proaktif mencari peluang pendanaan alternatif di luar APBD.
Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus dilakukan sekolah ialah memastikan data dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diperbarui secara akurat dan transparan agar kebutuhan riil sekolah dapat terbaca pemerintah pusat.
“Ini yang harus kita pahami bersama. Jangan takut menyampaikan kondisi sebenarnya. Kalau memang kurang, sampaikan kurang. Dari situ pemerintah pusat bisa melihat kebutuhan kita secara nyata,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.
Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan salah satu sekolah swasta di Bontang yang berhasil mendapatkan bantuan revitalisasi bangunan setelah memperbarui data sekolah dan aktif melakukan komunikasi dengan Kementerian Pendidikan.
Ia menyebut bantuan yang semula hanya direncanakan sekitar Rp500 juta akhirnya meningkat menjadi lebih dari Rp2 miliar karena kebutuhan pembangunan sekolah dijelaskan secara rinci kepada pemerintah pusat.
“Awalnya hanya sekitar Rp500 juta, tapi setelah komunikasi berjalan baik dan kebutuhan dijelaskan secara detail, bantuan yang diberikan bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar untuk pembangunan delapan ruang kelas,” jelasnya.
Heri menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa peluang bantuan dari pemerintah pusat masih terbuka luas bagi sekolah yang memiliki inisiatif serta aktif membangun jejaring komunikasi.
Karena itu, ia mendorong kepala sekolah maupun tenaga pendidik di Bontang agar tidak hanya menunggu bantuan daerah, tetapi mulai berani menyampaikan kebutuhan sekolah secara langsung ke tingkat kementerian.
“Tidak semua harus bergantung pada APBD. Kepala sekolah dan tenaga pendidik juga harus berani membangun jaringan ke pusat, menyampaikan langsung kebutuhan yang ada,” tutupnya. (Adv)

