SAMARINDA: DPW Partai NasDem Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak ada rencana merger dengan Partai Gerindra sebagaimana diberitakan dalam laporan Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026.
Pernyataan ini disampaikan Bendahara DPW NasDem Kaltim yang juga Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, merespons polemik yang berkembang.
Menurut Saefuddin, istilah “merger” yang digunakan dalam pemberitaan dinilai tidak tepat dan cenderung menyesatkan.
Ia menegaskan, hingga saat ini Partai NasDem tetap berdiri sendiri dan tidak bergabung dengan partai politik lain.
“Partai NasDem tetap Partai NasDem. Tidak ada yang namanya merger. Kalau pun ke depan ada kerja sama politik, itu dalam bentuk koalisi, bukan penggabungan partai,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Ia juga menilai pemberitaan tersebut kurang elok karena memunculkan persepsi seolah-olah ada kepentingan pribadi dalam dinamika internal partai, termasuk yang dikaitkan dengan Ketua Umum Surya Paloh.
Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang yang turut disorot, Saefuddin menyebut hal itu sebagai pertemuan biasa antar tokoh politik.
“Kami tidak tahu detailnya, tapi pertemuan antar pimpinan partai itu hal biasa. Bisa saja hanya silaturahmi, ngobrol santai membahas perkembangan bangsa,” katanya.
Saefuddin menjelaskan, sikap DPW NasDem Kaltim merupakan hasil aspirasi dari pengurus DPD kabupaten/kota.
Ia menegaskan pernyataan tersebut bukan instruksi dari pusat, melainkan inisiatif kader di daerah.
“Kami menerima surat resmi dari DPD yang ingin menyampaikan aspirasi. Dari situ kami rangkum dan sampaikan sebagai pernyataan sikap. Jadi ini bukan rekayasa atau perintah dari atas,” tegasnya.
NasDem Kaltim meminta klarifikasi dari Tempo atas pemberitaan dan penggunaan istilah merger tersebut.
Jika tidak ada klarifikasi, langkah lanjutan akan dipertimbangkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Kami minta klarifikasi. Kalau tidak ada, tentu akan ada langkah berikutnya, termasuk kemungkinan somasi. Tapi kami berharap ini bisa diselesaikan dengan baik,” ucap Saefuddin.
Sebelumnya, polemik mencuat akibat sampul Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026 yang menampilkan karikatur Surya Paloh dengan judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” serta laporan mengenai wacana penggabungan Partai NasDem dan Gerindra.
Sejumlah kader NasDem di berbagai daerah juga menggelar aksi unjuk rasa dan menuntut permintaan maaf dari pihak media, termasuk di Kalimantan Timur pada Rabu, 15 April 2026.
DPW NasDem Kaltim menyatakan akan menyampaikan seluruh aspirasi tersebut ke DPP untuk ditindaklanjuti, mengingat persoalan ini berada dalam kewenangan pusat.

