SAMARINDA: Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat memulihkan kondisi lingkungan usai aksi unjuk rasa 21 April (Aksi 214) yang berlangsung di sejumlah titik, termasuk kawasan Teras Samarinda dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pembersihan langsung dilakukan begitu situasi dinyatakan aman oleh aparat kepolisian.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Suwarso, menyebut tim sudah bersiaga sejak sebelum pembubaran massa.
“Sekitar pukul 20.00 Wita dari pihak kepolisian menyampaikan kondisi sudah aman. Tim DLH yang sebelumnya siaga sekitar tiga jam langsung bergerak melakukan pembersihan,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Sebanyak 200 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.
Mereka terdiri dari tim pengangkutan sampah, penyapu jalan, petugas perawatan taman, sweeper, hingga tim penyemprotan jalan.
Awalnya, proses pembersihan ditargetkan rampung dalam waktu dua jam.
Namun, pekerjaan bertambah setelah adanya permintaan untuk membersihkan area di dalam Kantor Gubernur Kaltim, termasuk bagian belakang kompleks.
“Ada komunikasi dari pihak rumah tangga Kantor Gubernur untuk membantu pembersihan di dalam dan sekitar kantor, sehingga waktu pengerjaan bertambah,” jelas Suwarso.
Dari hasil pembersihan tersebut, DLH mencatat volume sampah yang diangkut mencapai sekitar lima truk atau drum pengangkut. Seluruh proses akhirnya rampung sekitar pukul 23.00 Wita.
Meski demikian, pembersihan tidak berhenti pada malam hari.
Keesokan paginya, tim kembali turun ke lapangan untuk melakukan penyapuan ulang guna memastikan kondisi benar-benar bersih.
“Pagi hari kita lakukan penyapuan ulang karena tadi malam agak gelap dan lampu jalan sempat mati,” tambahnya.
Di sisi lain, pembersihan di kawasan Kantor DPRD Kalimantan Timur berjalan lebih cepat.
Hal ini tidak lepas dari partisipasi mahasiswa yang turut membantu memungut sampah sebagai bagian dari aksi simpatik.
Terkait dampak terhadap fasilitas umum, Suwarso memastikan kerusakan yang terjadi relatif minim.
Di kawasan Teras Samarinda, hanya ditemukan beberapa bagian pagar yang terlepas serta tanaman di median jalan yang terinjak.
“Kalau di taman relatif aman. Hanya di median jalan ada beberapa tanaman yang terinjak,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, DLH langsung melakukan penanganan cepat dengan penyulaman serta penataan ulang tanaman yang terdampak.
“Tadi pagi langsung dilakukan perapian dan penanaman kembali. Jadi sudah kita rapikan,” katanya.
Secara keseluruhan, Pemkot Samarinda menilai dampak aksi terhadap lingkungan dan fasilitas publik tidak signifikan dan dapat ditangani dalam waktu singkat.
Pemerintah pun memastikan kondisi kota telah kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali.

