SAMARINDA: Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengklaim Indonesia berhasil menghentikan impor beras dan berbalik menjadi negara surplus pada 2025.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan DPW dan DPD PAN se-Kalimantan Timur di Convention Hall Kadrie Oening, Sabtu, 25 April 2026.
“Alhamdulillah, 2025 kita sudah tidak impor beras lagi. Dari sebelumnya impor 4,5 juta ton, kini menjadi surplus 4,2 juta ton. Ini kerja nyata yang hasilnya bisa dilihat,” ujar Zulhas.
Menurut Partai Amanat Nasional tersebut, capaian itu merupakan bagian dari mandat yang diberikan dalam pemerintahan untuk memastikan kecukupan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa.
Ia menekankan, desa menjadi kunci karena sekitar 30 persen masyarakat Indonesia masih berada dalam kondisi tertinggal, sehingga intervensi kebijakan harus difokuskan pada wilayah tersebut.
“Kita diberi tanggung jawab agar semua masyarakat merasakan kecukupan pangan, dan ekonomi harus tumbuh dari desa. Di sanalah mayoritas masyarakat yang perlu kita dorong,” katanya.
Selain sektor pertanian, pemerintah juga mulai mengarahkan perhatian pada peningkatan kesejahteraan nelayan.
Zulhas menyebut, tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 2.000 rumah nelayan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
“Tahun ini kita fokus membantu nelayan. Kita bangun 2.000 rumah agar kesejahteraannya meningkat seperti petani,” jelasnya.
Ia menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang masih tertinggal.
Konsistensi dalam memperjuangkan kebijakan pro-rakyat, kata dia, menjadi kunci keberlangsungan PAN di tengah dinamika politik nasional.
“Kenapa PAN tetap bertahan? Karena kita setia pada cita-cita, setia pada perjuangan, dan setia pada kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Zulhas juga menyinggung perjalanan politik PAN bersama Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden.
Setelah tiga kali mengalami kekalahan, PAN akhirnya berada di barisan pemenang pada Pemilu 2024.
“Kita setia pada cita-cita Pak Prabowo, kebijakannya patriotik dan sesuai dengan Pancasila serta UUD 1945. Itu yang membuat kita tetap konsisten,” pungkasnya.

