SAMARINDA: Keberadaan Sekolah Rimba menjadi alternatif penting, dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan pinggiran dan perkebunan di Kota Samarinda.
Hal tersebut disampaikan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurutnya, masih banyak anak-anak di wilayah seperti Batu Besaung, Batu Cermin hingga Berambai yang kesulitan mendapatkan pendidikan. Karena akses tempat tinggal, yang jauh dan minim fasilitas transportasi.
“Rumah mereka jauh-jauh, bahkan masuk ke dalam hutan karena orang tuanya petani. Otomatis akses untuk mendapatkan pendidikan juga sulit,” ujarnya.
Dikatakan, persoalan yang dihadapi anak-anak di kawasan tersebut bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.
“Banyak anak-anak di sana bukan hanya susah pendidikan, tapi untuk makan juga susah,” katanya.
Ia menyebut , mayoritas warga di kawasan tersebut merupakan pendatang yang bekerja sebagai buruh tani maupun pekerja perkebunan dan masih banyak yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan.
“Banyak yang masih KTP Sulawesi bahkan ada yang tidak punya KTP sama sekali,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan memperoleh layanan kesehatan, bantuan sosial hingga akses pendidikan formal.
Menurut Sri Puji, membangun sekolah permanen di kawasan terpencil tidak mudah karena jumlah penduduk sering berubah dan tidak menetap.
Ia mencontohkan salah satu sekolah dasar di kawasan Batu Cermin yang sempat mengalami penurunan jumlah murid hingga hanya tersisa tujuh siswa.
“Dulu banyak muridnya, tapi setelah pandemi banyak yang pindah dan pulang kampung,” katanya.
Karena itu, ia menganggap keberadaan Sekolah Rimba menjadi solusi sementara yang sangat membantu anak-anak di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah ada Sekolah Rimba, ada yang mau membantu anak-anak di sana,” ujarnya.
Selain itu, Sri Puji juga mendorong agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat diarahkan masuk ke program Sekolah Rakyat maupun mendapat dukungan dari orang tua asuh.
“Kalau membangun sekolah di sana rasanya sulit. Mungkin bisa lewat Sekolah Rakyat atau orang tua asuh yang membantu menyekolahkan anak-anak itu,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya tertib administrasi kependudukan agar warga bisa memperoleh hak sosial dari pemerintah.
“Kalau tinggal di Samarinda harusnya segera mengurus KTP dan administrasi kependudukan supaya bisa mendapatkan akses layanan,” tegasnya.
Politisi Demokrat itu turut ,mengapresiasi pihak-pihak yang telah bergerak membantu pendidikan anak-anak di kawasan terpencil, termasuk pengelola Sekolah Rimba.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman di Sekolah Rimba yang sudah membantu anak-anak di sana,” pungkasnya.

