Momen Iduladha, memang identik dengan melimpahnya olahan daging kurban.Mulai dari sate, gulai, tongseng, rendang. Hingga semur, menjadi sajian yang hampir selalu hadir di meja makan.
Itulah satu dari sekian masalah kesehatan, yang muncul setelah Hari Raya Iduladha. Bila seseorang mengkonsumsi daging secara berlebihan, diluar kemampuan tubuh. Keluhan soal kolesterol naik dan tekanan darah meningkat, kerap bermunculan.
Tak sedikit orang langsung menunjuk, daging kambing, sebagai penyebab utama. Padahal, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar.
Jika dikonsumsi berlebihan, berbagai hidangan tersebut memang berpotensi memengaruhi kesehatan. Namun, penyebabnya bukan semata-mata karena jenis daging yang dikonsumsi.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, daging kambing selama ini sering menjadi “tersangka utama”. Penyebab kolesterol dan hipertensi, saat Iduladha, padahal faktanya tidak demikian.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Budi menjelaskan, kandungan lemak jenuh pada daging sapi justru lebih tinggi dibandingkan daging kambing.
“Daging sapi ini lemak jenuhnya tiga kali lipat lebih tinggi daripada lemak jenuhnya kambing,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam 100 gram daging kambing hanya terdapat sekitar 0,79 gram lemak jenuh. Sementara dalam jumlah yang sama, daging sapi mengandung sekitar tiga gram lemak jenuh.
Karena itu, menurut Budi, jika banyak orang mengalami lonjakan kolesterol atau tekanan darah setelah Iduladha, penyebabnya bukan semata-mata daging kambing.
“Kalau habis Iduladha banyak yang masuk rumah sakit karena kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, yang salah bukan si kambing,” katanya.
Menurutnya, masalah utama justru terletak pada cara pengolahan makanan yang sering kali menggunakan santan berlebihan, jeroan, garam, hingga gula dalam jumlah tinggi.
“Yang salah adalah cara masaknya. Kambingnya sebenarnya sudah sehat, tetapi ditambah santan banyak, jeroan, garam berlebihan, dan gula yang tinggi,” jelasnya.
Mengapa Kolesterol Bisa Naik Saat Iduladha?
Daging sapi maupun kambing sebenarnya merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Namun beberapa bagian daging mengandung lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Masalah biasanya muncul karena pola makan yang berubah drastis selama Iduladha. Dalam satu hari, seseorang bisa mengonsumsi sate saat siang, gulai pada sore hari, lalu kembali menikmati olahan daging pada malam hari.
Belum lagi jika menu tersebut dipadukan dengan santan, jeroan, makanan manis, dan minuman tinggi gula. Kombinasi inilah yang membuat asupan kalori dan lemak meningkat tajam.
Batasi Jeroan dan Pilih Bagian Daging yang Lebih Sehat
Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko kolesterol adalah membatasi konsumsi jeroan.
Hati, paru, usus, limpa, dan organ dalam lainnya memang memiliki cita rasa khas yang digemari banyak orang. Namun kandungan kolesterolnya relatif lebih tinggi dibandingkan daging biasa.
Karena itu, masyarakat disarankan memilih bagian daging yang tidak terlalu banyak mengandung lemak dan mengurangi konsumsi jeroan secara berlebihan.
Jangan Lupakan Sayur dan Buah
Kesalahan lain yang sering terjadi saat Iduladha adalah porsi sayur dan buah justru berkurang.
Padahal, serat dari sayuran dan buah-buahan membantu mengontrol kadar kolesterol serta mendukung kesehatan pencernaan.
Saat menikmati sate atau gulai, usahakan tetap melengkapi menu dengan lalapan, sayur bening, tumisan sayur, atau buah segar sebagai pencuci mulut.
Atur Konsumsi Daging Secara Bertahap
Mendapat banyak daging kurban bukan berarti semuanya harus dihabiskan dalam beberapa hari.
Daging dapat disimpan di freezer dan diolah secara bertahap. Hari ini mungkin dibuat sate, beberapa hari kemudian menjadi sup, lalu minggu berikutnya diolah menjadi semur.
Cara ini membantu mengontrol asupan daging sekaligus membuat menu makanan lebih bervariasi.
Tetap Aktif Bergerak
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga penting dilakukan selama dan setelah Iduladha.
Berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan selama minimal 30 menit setiap hari dapat membantu membakar kalori dan menjaga kesehatan jantung.
Pada akhirnya, daging kurban bukanlah musuh kesehatan. Daging merah tetap mengandung protein, zat besi, dan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Kuncinya adalah mengonsumsi secara bijak, mengurangi makanan tinggi lemak dan santan, memperbanyak sayur serta buah, dan tetap aktif bergerak. Dengan begitu, momen Iduladha tetap bisa dinikmati tanpa khawatir kolesterol melonjak.

