SAMARINDA: Pengaturan suhu pendingin ruangan (AC) pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius, menjadi langkah sederhana. Namun efektif untuk menekan konsumsi energi listrik di gedung perkantoran.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur ((Kaltim) menyebut, langkah tersebut mampu menghemat penggunaan energi hingga 8 sampai 10 persen.
Kepala Bidang Energi Terbarukan Dinas ESDM Kaltim Elly Luchritia Nova mengatakan, penerapan efisiensi energi pada gedung pemerintah merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi.
Untuk gedung pemerintah itu wajib melaksanakan manajemen energi. Salah satu yang sudah diterapkan yaitu pengaturan suhu AC di 24 sampai 26 derajat.
“Itu bisa membantu menurunkan konsumsi energi sekitar 8 sampai 10 persen,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Nova, persoalan terbesar dalam upaya penghematan energi bukan terletak pada teknologi. Melainkan perilaku pengguna gedung.
Ia mencontohkan, masih banyak pengguna yang mengatur suhu AC terlalu rendah, bahkan hingga 16 derajat Celsius. Padahal suhu 24 hingga 26 derajat, sudah memenuhi standar kenyamanan.
“Secara standar SNI, suhu tersebut sudah aman dan nyaman. Ketika temperatur diturunkan terlalu rendah, konsumsi energi juga akan meningkat,” katanya.
Selain itu, kebiasaan membiarkan pintu dan jendela terbuka di ruangan berpendingin. Juga menjadi penyebab pemborosan energi. Kondisi tersebut membuat AC bekerja terus-menerus, karena suhu ruangan tidak pernah mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kalau pintu atau jendela terbuka, AC tidak akan berhenti bekerja karena suhu ruangan tidak pernah tercapai. Akibatnya konsumsi energi menjadi jauh lebih besar,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kesadaran terkait efisiensi energi, Dinas ESDM Kaltim telah melakukan berbagai sosialisasi dan bimbingan teknis. Kepada organisasi perangkat daerah (OPD), sejak 2024.
“Pada 2025, kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 14 OPD dan berlanjut hingga awal 2026,” ujarnya.
Nova menilai, keberhasilan program efisiensi energi. Memerlukan dukungan, tim manajemen energi di setiap instansi.
Tim tersebut berfungsi mengawasi, mengontrol serta memastikan, langkah-langkah penghematan energi diterapkan secara konsisten.
“Kalau hanya mengandalkan kesadaran pegawai, cukup berat. Harus ada tim yang mengawasi dan mengingatkan setiap hari agar program efisiensi energi bisa berjalan efektif,” pungkasnya.

