SAMARINDA: Pembangunan sodetan di kawasan Jalan Gunung Cermai, menjadi upaya pemerintah menjawab persoalan banjir yang telah terjadi selama puluhan tahun.
Saluran tersebut disiapkan untuk mengalirkan air langsung menuju Sungai Mahakam. Sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini melanda kawasan Pasundan dan sekitarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengerjakan sodetan di kawasan Jalan Gunung Cermai, Senin, 24 Agustus 2026 malam.
Kawasan Jalan Gunung Cermai berada di sekitar Jalan RE Martadinata, tepatnya di belakang gedung Bank BTN Samarinda.
“Ini jawaban kita selama puluhan tahun sebagai solusi atas banjir yang sering terjadi di sekitar Pasundan. Termasuk di kawasan Rumah Sakit Dirgahayu, bahkan itu bisa sampai di Merbabu,” ujarnya saat meninjau pengerjaan.
Andi Harun menjelaskan, sodetan tersebut nantinya berfungsi sebagai jalur pembuangan air dari kawasan terdampak menuju Sungai Mahakam.
“Jadi nanti kita sodet supaya air itu langsung terbuang ke Sungai Mahakam,” jelasnya.
Pekerjaan persiapan disebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Pada Senin malam, alat mulai bekerja dan pekerjaan fisik sodetan mulai dilaksanakan.
Pengerjaan sodetan ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026. Selama proses pembangunan, pemerintah mengantisipasi adanya gangguan lalu lintas di sekitar lokasi.
Andi Harun menyebut, kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap pengguna jalan.
Ia meminta masyarakat, memaklumi apabila terjadi kemacetan selama pembangunan berlangsung.
Menurutnya, gangguan tersebut hanya bersifat sementara karena pembangunan dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.
“Besok kalau ada kemacetan, dan mestinya secara bijak kita pahami itu hanya sementara, karena kita sedang membangun sesuatu yang manfaatnya untuk kepentingan orang banyak yang jauh lebih besar,” tuturnya.
Selain di Jalan Gunung Cermai, Andi Harun menyampaikan penanganan serupa juga akan dilakukan di Loa Janan Ilir, tepatnya di sekitar Perumahan Nusa Sale.
Ia mengaku pola pengaliran air langsung menuju Sungai Mahakam sebelumnya telah diterapkan di kawasan Cipto Mangunkusumo. Menurutnya, upaya tersebut telah berhasil membantu membuang air dari kawasan tersebut langsung ke Sungai Mahakam.
“Sekarang sudah sangat berhasil membuang air langsung ke Sungai Mahakam. Nah, inilah yang akan kita mulai pekerjaannya sejak malam ini,” terangnya.

