

SAMARINDA: Inovasi daerah di Kota Samarinda didorong tidak hanya berorientasi pada pembaruan tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan pengembangan sektor pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar usai menjadi pembahas seminar ekspos Naskah Akademik (Nasmik) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Inovasi Daerah, Kamis, 8 Oktober 2026.
Deni mengatakan, penyusunan Nasmik Raperda Inovasi Daerah perlu memiliki landasan yang kuat, baik secara yuridis maupun sosiologis. Selain itu, setiap inovasi yang nantinya menjadi bagian dari kebijakan daerah harus memiliki output dan outcome yang jelas.
“Ada 328 inovasi di Kota Samarinda yang sudah berjalan satu tahun, itu menjadi dasar bahwa inovasi-inovasi ini sudah teruji dan layak untuk dijadikan perda,” ujar Deni.
Ia memberikan sejumlah catatan dalam pembahasan Nasmik tersebut. Salah satunya terkait inovasi dalam tata kelola pemerintahan, khususnya yang dapat mendukung kemandirian fiskal daerah.
Deni menilai pengembangan inovasi untuk meningkatkan PAD menjadi penting di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah.
“Kita saat ini menghadapi situasi efisiensi. Makanya saya sampaikan inovasi-inovasi penting untuk peningkatan PAD itu sangat bagus sekali dalam kondisi saat ini,” katanya.
Menurutnya, inovasi yang mampu menciptakan sumber pendapatan baru maupun mengoptimalkan potensi penerimaan yang sudah ada perlu mendapat perhatian dalam Raperda Inovasi Daerah.
Selain sektor fiskal, Deni menyoroti perlunya peningkatan inovasi di bidang pariwisata. Ia menilai Samarinda masih memiliki ruang yang cukup besar untuk mengembangkan destinasi wisata, khususnya wisata buatan.
Ia meminta pemerintah dan pihak terkait menggali potensi yang ada untuk menciptakan destinasi wisata buatan yang dapat menjadi daya tarik baru bagi Kota Tepian.
“Selama ini kita mungkin ketika ada tamu yang berkunjung, mereka tidak memiliki road map yang jelas. Setelah datang dari instansi ini atau dari kantor ini mereka mau ke mana lagi, tidak ada. Paling tujuannya mall atau rumah makan,” ujarnya.
Karena itu, Legislator Gerindra itu berharap setiap tamu yang datang ke Samarinda nantinya memiliki pilihan destinasi wisata yang jelas.
Pemerintah perlu menyiapkan dan memperkenalkan berbagai destinasi sehingga kunjungan ke Samarinda tidak hanya berpusat pada kegiatan pemerintahan, pusat perbelanjaan, atau kuliner.
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata melalui inovasi dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat daya tarik kota sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Deni juga mengapresiasi Pemerintah Kota Samarinda yang telah melaksanakan ekspos Nasmik Raperda Inovasi Daerah. Ia berharap dokumen tersebut nantinya dapat menjadi dasar yang kuat sebelum masuk dalam pembahasan Raperda di DPRD Samarinda.
Setelah Nasmik rampung dan Raperda diajukan sebagai Raperda inisiatif, DPRD Samarinda melalui Badan Legislasi akan melakukan pembahasan lebih mendalam, termasuk memberikan catatan terhadap substansi dan pasal-pasal yang ada.

