SAMARINDA: IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) bersiap membuka program magister (S2) Pendidikan Jasmani atau Pendidikan Olahraga melalui kerja sama dengan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Program ini ditargetkan membuka penerimaan mahasiswa baru dalam waktu dekat.

Wakil Rektor III IKIP PGRI Kaltim Abdul Rozak Fahruddin mengatakan, kerja sama tersebut telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua perguruan tinggi di sela Wisuda ke XXXI IKIP PGRI Kaltim, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurutnya, pembukaan program S2 ini menjadi peluang bagi lulusan sarjana pendidikan olahraga maupun tenaga pendidik yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus melanjutkan studi ke luar Kalimantan.
“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan penerimaan mahasiswa baru untuk program pascasarjana Pendidikan Olahraga. Saya yakin program ini diminati karena program S2 Pendidikan Jasmani atau Olahraga seperti ini belum tersedia di wilayah Kalimantan,” ujarnya saat ditemui usai prosesi Wisuda.
Proses penerimaan mahasiswa masih dikoordinasikan bersama pimpinan IKIP PGRI Kaltim dan pihak Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Penetapan kuota mahasiswa, jadwal penerimaan, serta teknis pelaksanaan perkuliahan akan diumumkan setelah pembahasan lebih lanjut.
Secara pribadi, ia menilai jumlah mahasiswa ideal dalam satu kelas berkisar 30 orang. Sementara itu, jumlah minimal mahasiswa yang dinilai memungkinkan program berjalan secara operasional berada di atas 20 orang.
“Untuk kuota resminya masih kami koordinasikan. Dalam waktu dekat informasi penerimaan mahasiswa baru akan disampaikan setelah semuanya jelas,” katanya.
Dari sisi perkuliahan, program magister tersebut direncanakan menggunakan sistem hybrid, yakni kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka. Pengajar akan berasal dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan IKIP PGRI Kaltim sesuai kompetensi masing-masing.
Abdul Rozak menambahkan, dosen yang mengajar pada program magister harus memenuhi persyaratan akademik yang berlaku, termasuk kualifikasi doktor (S3) sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Selain itu, program S2 Pendidikan Olahraga direncanakan menyediakan dua jalur perkuliahan, yakni reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Jalur RPL diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki pengalaman belajar atau kompetensi sebelumnya yang dapat diakui sesuai ketentuan. Jalur ini diperkirakan dapat ditempuh sekitar satu tahun, sedangkan jalur reguler diproyeksikan berlangsung minimal satu tahun enam bulan.
Terkait biaya pendidikan, Rozak menyebut biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) direncanakan berada pada tingkat yang terjangkau. Ia juga berharap calon mahasiswa dapat memanfaatkan dukungan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kaltim melalui program pendidikan yang tersedia.
Namun, besaran biaya kuliah dan ketentuan pembiayaan bagi mahasiswa program S2 tersebut masih akan diinformasikan lebih lanjut setelah ada keputusan resmi.
Abdul Rozak optimistis program magister ini akan mendapat sambutan positif, mengingat banyaknya lulusan pendidikan olahraga di Kaltim yang berpotensi melanjutkan studi.
“Saya berharap kerjasama ini dapat memperluas akses pendidikan pascasarjana sekaligus meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan sumber daya manusia di bidang olahraga di daerah,” pungkasnya.

