

SAMARINDA: Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari berharap pemerintah pusat mempertimbangkan penetapan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional.
Menurutnya, kebakaran yang berlangsung berkepanjangan telah menimbulkan dampak serius, mulai dari kabut asap hingga korban jiwa.
Celni menilai kondisi karhutla tahun ini semakin mengkhawatirkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia meminta pemerintah pusat meningkatkan perhatian dan mempercepat penanganan di wilayah terdampak terutama Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Kita berharap pemerintah pusat bisa lebih melihat langsung ke lokasi kejadian, terutama di Kaltim, Kalbar, dan Kalsel. Semoga pemerintah bisa menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” ujarnya di Kantor DPRD Samarinda, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia mengakui kondisi di Kaltim relatif lebih baik dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan. Meski demikian, hal itu tidak boleh membuat pemerintah lengah karena dampak kebakaran dinilai semakin serius.
Celni juga menyoroti adanya korban jiwa akibat karhutla, termasuk relawan yang meninggal dunia saat terlibat dalam penanganan kebakaran.
Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah agar upaya pemadaman dan perlindungan masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.
Selain dampak terhadap manusia, Celni menyayangkan kerusakan hutan akibat karhutla yang mengancam kelestarian lingkungan dan satwa liar di Kalimantan.
Ia menilai kondisi tersebut ironis mengingat Kalimantan selama ini dikenal memiliki kekayaan hutan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk sebagai penyerap karbon.
“Dulunya kita dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia dan memiliki potensi perdagangan karbon. Namun, sekarang hutan kita justru tidak bisa kita selamatkan. Itu sangat disayangkan,”jelasnya.
Politikus NasDem itu mengungkapkan, dirinya telah melakukan sejumlah gerakan kemanusiaan, termasuk mengirimkan bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak serta menggalang donasi untuk penyelamatan orang utan di Kaltim.
Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya merusak habitat satwa, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup spesies yang dilindungi.
Ia berharap penanganan karhutla dilakukan secara serius dan menyeluruh, baik melalui percepatan pemadaman maupun upaya perlindungan masyarakat dan satwa liar.
“Pemerintah pusat perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi karhutla di Kalimantan agar dampak kebakaran tidak semakin meluas dan korban jiwa dapat dicegah,” tandasnya.

