SAMARINDA : Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai objek pembangunan tapi juga sebagai subjek pembangunan.
Melalui Probebaya, masyarakat memiliki peran strategis dalam menentukan derajat relevansi pembangunan terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat pada tataran lebih kecil, yaitu lingkup RT (rukun tetangga).
Andi Harun menerangkan, pembangunan bukanlah proses yang sederhana hanya dengan mengamati permasalahan masyarakat kemudian diselesaikan oleh pemangku kepentingan atau pemerintah saja, Namun realitas pembangunan harus menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
“Partisipasi masyarakat dalam Probebaya bukan sebagai konsumen pembangunan saja. Namun peran masyarakat mulai dari tahap perumusan penyusunan program, pengelolaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban pembangunan dan pemberdayaan,” ungkap Andi Harun pada kegiatan penyerahan secara simbolis bantuan manfaat kegiatan Probebaya tahun 2022, pada masyarakat kecamatan Samarinda ulu dan Kecamatan Sungai Kunjang. Digelar di halaman Gedung Taekwondo Polder Air Hitam Kota Samarinda, Rabu (28/12/2022).
Orang nomor satu di Samarinda itu menerangkan, proses perencanaan pembangunan daerah perlu menyeimbangkan skema pengambilan keputusan dari atas (pemerintah) dan bawah (masyarakat). Sebutnya, manifestasi pembangunan tidak hanya dengan sistem Top Down (dari atas ke bawah) namun juga Bottom Up (dari bawah ke atas).
Dengan hal tersebut, memberikan pengertian bahwa pembangunan daerah juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Peran penting masyarakat berkenaan dengan umpan balik atau manfaat dari aktivitas pembangunan.
Lanjutnya, Probebaya mewujudkan aktivitas pemberdayaan kepada masyarakat. Sebab menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, kata dia menggerakkan proses edukasi, transfer ilmu teknologi, serta perubahan sosial masyarakat secara inheren menjadi lebih maju.
“Ya, dengan masyarakat sebagai pelaku kebijakan, di mana partisipasinya mulai dari perumus, perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban menciptakan aktivitas edukasi dan transfer knowledge. Tentunya pembangunan sumber daya masyarakat kita dalam pembangunan menjadi lebih baik,”tuturnya.

