Penulis: R'Sya Rahmadina

“Jadi tidak ibu yang bekerja di balik layar, suami yang menjadi atau anak yang tercatat sebagai pemilik usaha karena secara statistik ini tidak akan terbaca sebagai usaha yang dilakoni oleh kaum perempuan. Kita akan dorong ibu-ibu jika diperlukan perizinan, pendampingan maupun untuk sertifikasi halal,” kata Yuni, sapaan akrabnya.

“Kami di RT 15 masih belum teraliri air sampai sekarang. Kehadiran kami di sini untuk menindaklanjuti tuntutan kami sudah genap 2 bulan air masih tidak jelas,” kata salah satu perwakilan RT 15, Rinju.