SAMARINDA: Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di wilayah layanan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kondisi aman menjelang dan selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 2026.
Sebanyak 7.600 ton beras disiapkan guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.
Stok tersebut dikelola oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, yang mencakup distribusi untuk Kota Samarinda, Kota Bontang, serta Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu.
Pemimpin Wilayah Bulog Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, menyampaikan cadangan yang tersedia merupakan bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
“Untuk menjelang Lebaran dan selama bulan puasa, stok beras yang kami kuasai, khususnya di wilayah layanan Samarinda dan sekitarnya, dalam kondisi lebih dari cukup. Ketahanannya bisa mencapai empat sampai lima bulan, bahkan berpotensi hingga akhir tahun,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terutama saat momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi bahan pokok.
Cakupan distribusi Bulog Cabang Samarinda dinilai cukup luas, melayani dua kota dan empat kabupaten di Kaltim.
Dengan stok yang tersedia saat ini, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendali.
“Wilayah servis kami mencakup enam daerah. Dengan stok yang ada, kami optimistis kebutuhan masyarakat tetap aman,” jelas Musazdi.
Dari sisi pasokan, sebagian besar beras yang tersimpan merupakan hasil serapan produksi petani lokal sepanjang 2025, terutama dari wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
Untuk memperkuat cadangan, Bulog juga mendapat tambahan suplai dari luar daerah, termasuk Sulawesi Selatan.
“Mayoritas berasal dari serapan lokal, namun kami juga mendapat tambahan dari luar daerah agar pasokan tetap kuat dan tidak bergantung pada satu sumber saja,” tambahnya.
Sementara itu, pengawasan distribusi turut diperkuat oleh Polda Kalimantan Timur melalui Satgas Pangan.
Koordinator Tim Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menuturkan pemantauan telah dilakukan sejak bulan lalu dan akan terus berlanjut selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
“Bersama Satgas Pangan, Bapanas, dan Satgas Pangan Provinsi, kami memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap terjaga selama puasa dan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Menurut Haris, langkah tersebut penting untuk mencegah potensi gangguan distribusi maupun praktik yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran, termasuk memastikan pasokan menjangkau wilayah terpencil.
Sinergi antara Bulog dan aparat kepolisian ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
Dengan stok yang mencukupi dan pengawasan yang ketat, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri 2026 tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun harga beras.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang,” pungkasnya.

