JAKARTA: Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, mengenai perkembangan perbankan dan keuangan syariah agar lebih mudah dipahami masyarakat.
“Kita yakin yang terdepan untuk selalu menyiarkan berita-berita ini, kalau kita titipkan pesan atas pengembangan perbankan atau keuangan syariah, mestinya tepat sasaran,” kata Yuli saat membuka
Kickoff BCA Syariah Journalist Writing Competition 2026 digelar di Kantor Pusat BCA Syariah, Rabu, 30 Septemver 2026, dirangkai dengan talkshow bertajuk “Membaca Arah dan Tren Bisnis Konsumer Syariah, in this Economy”.
Bank BCA Syariah (BCA Syariah) resmi membuka BCA Syariah Journalist Writing Competition (JWC) 2026, dengan menyiapkan total hadiah sebesar Rp36 juta bagi enam pemenang dan runner-up dari seluruh kategori.
Melalui kompetisi ini, BCA Syariah berharap semakin banyak perspektif jurnalistik mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dapat hadir di tengah masyarakat.
Kompetisi yang telah diselenggarakan secara tahunan sejak 2023, kembali mengajak jurnalis mengangkat berbagai cerita mengenai ekonomi dan keuangan syariah melalui karya jurnalistik yang informatif, faktual, dan inspiratif.
Menurut Yuli, pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah masih perlu diperluas. Termasuk mengenai akses layanan tersebut bagi masyarakat non-Muslim.
Dalam kesempatan tersebut, Yuli menceritakan, dalam beberapa kesempatan masih menemukan masyarakat yang belum mengetahui bahwa bank syariah dapat memiliki nasabah non-Muslim.
“Siapa di antara Bapak Ibu yang tidak tahu bahwa perbankan syariah atau bank syariah itu nasabahnya boleh non-Muslim?” ujar Yuli.
Yuli mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penyampaian informasi mengenai perbankan syariah, secara tepat dan mudah dipahami.
Menurut dia, JWC juga tidak hanya diarahkan untuk mengangkat BCA Syariah, tetapi perkembangan perbankan syariah secara lebih luas.
“Ini bukan hanya BCA Syariah sentris, tetapi perbankan syariah sentris yang lebih luas lagi,” kata Yuli.
Talkshow menghadirkan ekonom syariah sekaligus Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK Dian Masyita serta Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan.
Diskusi membahas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, perubahan kebutuhan konsumen, daya beli masyarakat, serta peluang dan tantangan bisnis konsumer bagi perbankan syariah.
Dalam talkshow tersebut, Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK Dian Masyita mengatakan, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan perbankan syariah. Digitalisasi, menurut dia, perlu berjalan bersama dengan keamanan layanan untuk membangun kepercayaan masyarakat.
“Keamanan dari rekening, digitalisasi itu jadi plusnya juga. Dua-duanya itu tak terelakkan lagi membuat orang akan memilih,” kata Dian.
Dian juga melihat peluang digitalisasi BCA Syariah untuk mendorong perkembangan perbankan syariah secara lebih luas. Teknologi dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas akses dan layanan perbankan syariah.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan mengatakan, generasi Z menjadi salah satu segmen yang berpotensi besar bagi bisnis konsumer BCA Syariah.
Dia mencontohkan, dalam porsi pembiayaan KPR masih didominasi generasi milenial dengan porsi sebesar 71,23 persen. Sementara, porsi generasi Z dalam pembiayaan KPR sebesar 7,4 persen.
Namun, pada pembiayaan emas, porsi generasi Z sudah mencapai sekitar 19 persen.
“Yang menariknya, untuk emas itu mulai angkanya lebih tinggi yang Gen Z. Gen Z itu mulai lebih tinggi, angkanya sekitar 19 persen, hampir 20 persen itu Gen Z untuk mengambil emas. Jadi kami melihat peluang-peluang ini. Inilah yang terjadi saat ini, bahwa peluang makin besar di generasi Z nanti ke depan,” kata Bukit.
Menurut Bukit, pergeseran segmen tersebut juga membuat digitalisasi semakin penting. BCA Syariah menyediakan layanan melalui aplikasi BSya, termasuk untuk kebutuhan tabungan dan pembiayaan emas secara digital.
Mekanisme BCA Syariah JWC 2026
JWC 2026 merupakan bagian dari upaya BCA Syariah mengapresiasi peran jurnalis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Peserta diharapkan dapat mengangkat kisah mengenai manfaat layanan keuangan syariah, pemberdayaan masyarakat, hingga kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kompetisi pada tahun ini mengusung tema “Pengalaman Berkah Layanan Digital & Finansial Bersama BCA Syariah”.
Tema ini bertujuan mengangkat pengalaman langsung jurnalis maupun studi kasus nasabah dalam memanfaatkan produk dan layanan BCA Syariah, termasuk fitur digital melalui aplikasi BSya, layanan perbankan, serta produk simpanan dan perencanaan keuangan.
Peserta dapat mengikuti tiga kategori kompetisi, yakni Hard News, Feature, dan Konten Media Sosial. Kategori Hard News memiliki panjang 1.500–3.000 karakter, sedangkan Feature sepanjang 3.000–4.000 karakter.
Sementara kategori Konten Media Sosial berupa video berdurasi maksimal tiga menit dengan format vertikal 9:16 yang dipublikasikan melalui Instagram Reels.
Kompetisi terbuka bagi jurnalis dari berbagai jenis media, mulai dari media cetak, media online, kantor berita, televisi, hingga radio. Karya yang diikutsertakan harus dipublikasikan selama periode kompetisi, yakni 30 September hingga 30 Oktober 2026.
JWC 2026 sekaligus menjadi ruang bagi jurnalis untuk menggali bagaimana keuangan syariah hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan finansial individu dan keluarga, perkembangan UMKM, layanan digital, hingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

