SAMARINDA: Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan, sejumlah komoditas bahan pokok di pasar mulai mengalami fluktuasi harga. Salah satu yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah telur ayam.
Pedagang sekaligus pemilik toko sembako di Pasar Pagi Samarinda, Ardiwiyogo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur sudah mulai dirasakan di tingkat pengecer. Menurutnya, harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp58.000 per piring kini telah menembus Rp60.000 per piring.
“Untuk sembako yang sudah terlihat naik saat ini telur. Dari sekitar Rp58.000 per piring, sekarang sudah Rp60.000-an. Harga telur ini memang tidak menentu, hampir setiap hari ada pembaruan,” ujar Ardi saat ditemui di tokonya, Jumat, 6 Februari 2026.
Meski harga telur mengalami kenaikan, Ardi menyebut harga komoditas lain seperti beras masih relatif stabil. Hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi tokonya yang baru membuka gerai baru dengan konsep minimarket eceran.
Terkait penjualan menjelang hari besar keagamaan, Ardi justru menilai Imlek dan Ramadan sebagai momentum positif bagi pedagang. Menurutnya, permintaan terhadap produk tertentu, terutama di luar sembako, cenderung meningkat.
“Kalau tantangan sih jujur tidak ada. Justru Imlek dan Ramadan ini kesempatan untuk menaikkan omzet. Pengaruhnya besar sekali, terutama untuk barang-barang seperti biskuit dan makanan ringan,” jelasnya.
Sebagai pelaku usaha grosir yang baru membuka gerai sekitar satu minggu, Ardi berharap kondisi pasar tetap kondusif dan daya beli masyarakat terus meningkat agar aktivitas perdagangan berjalan lancar.
“Semoga pengunjung semakin ramai dan pedagang di sini juga ikut merasakan dampaknya, supaya sama-sama bisa bertahan,” tutupnya.

