SAMARINDA: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), menyoroti kekurangan tenaga pendidik di jenjang SMA, SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Persoalan tersebut, tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah administratif semata. Karena berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, mengatakan, saat ini Kaltim masih menghadapi kekurangan lebih dari 3.500 guru SMA, SMK dan SLB.
Kondisi tersebut, menjadi tantangan serius. Di tengah upaya pemerintah, menyiapkan generasi yang mampu bersaing di era Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Persoalan kekurangan guru hari ini, sudah berada pada level yang tidak boleh lagi dipandang sebagai masalah administratif. Masalah yang sedang kita hadapi sesungguhnya, adalah ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan,” kata Syahariah kepada Media di Samarinda, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, siswa SMA, SMK dan SLB merupakan generasi yang akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Kalimantan Timur ke depan.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Ia menilai, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan menambah ruang kelas atau membangun sekolah baru. Ketersediaan guru yang berkualitas, tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan.
“Kita tidak boleh terus berbicara tentang pembangunan sekolah, atau transformasi pendidikan sementara kebutuhan guru belum terpenuhi secara memadai. Pendidikan bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang siapa yang mengajar di dalamnya,” ujarnya.
Syahariah mendorong Pemprov Kaltim untuk memiliki peta jalan atau roadmap yang jelas. Dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, mulai dari proses rekrutmen hingga peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Menurutnya, proses pengangkatan guru juga harus dilakukan secara selektif dan profesional agar kualitas pendidikan tetap terjaga. Pemerintah diminta memastikan setiap tenaga pendidik yang direkrut memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik.
“Kita harus mencari guru yang berkualitas untuk anak-anak kita. Jangan sampai proses rekrutmen dilakukan, tanpa memperhatikan kualitas dan integritas calon guru karena hal itu akan memengaruhi kualitas pendidikan ke depan,” katanya.
Selain rekrutmen, Legislator Golkar itu juga menekankan, pentingnya pemerataan distribusi guru serta program peningkatan kompetensi yang berkelanjutan agar para pendidik mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Ia menilai, investasi terbesar yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah memperkuat kualitas dan jumlah tenaga pendidik sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Jika kita sungguh-sungguh ingin menyiapkan generasi yang mampu bersaing di era IKN, maka investasi pertama yang harus kita perkuat adalah guru,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kaltim berharap, pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekurangan guru yang masih terjadi di berbagai daerah agar kualitas layanan pendidikan dapat terus ditingkatkan secara merata.

