SAMARINDA: Keluhan terkait minimnya penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda mulai ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Sejumlah titik lampu yang mengalami kerusakan kini telah diperbaiki dan kembali menyala.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Irhamsyah mengatakan, pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap kondisi penerangan di Jembatan Mahulu. Dari sekitar 35 titik lampu yang ada, ditemukan sejumlah titik yang membutuhkan perbaikan.
“Mulai hari Minggu kemarin kita coba inventarisir dari 35 titik yang ada. Lebih kurang 15 yang perlu perbaikan,” kata Irhamsyah di Samarinda, Senin, 28 September 2026.
Menurutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap. Hingga pemeriksaan terakhir, sejumlah lampu telah berhasil diperbaiki dan seluruh titik yang menjadi prioritas perbaikan disebut sudah kembali menyala.
“Enam sudah kita baikin, bahkan dengan hari kemarin sudah nyala semua. Mudah-mudahan tidak ada gangguan-gangguan,” ujarnya.
Perbaikan tersebut tidak hanya menyasar komponen lampu. PUPR Kaltim juga mengganti kabel yang mengalami kerusakan atau hilang.
Irhamsyah menyebut terdapat kabel sepanjang sekitar 500 meter yang harus diganti.
Selain itu, komponen pendukung seperti NCV yang rusak serta solar cell lampu juga telah diperbaiki atau diganti.
“Kabelnya yang hilang sampai 500 meter kita ganti. Kemudian ada NCV-nya yang rusak, solar cell lampunya sudah kita ganti. Alhamdulillah sudah menyala semua,” jelasnya.
Pemprov Kaltim juga menyiapkan langkah pengamanan tambahan untuk mencegah kerusakan maupun gangguan terhadap fasilitas penerangan di Jembatan Mahulu kembali terjadi. Salah satunya melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV.
Namun, Irhamsyah mengatakan pemasangan CCTV belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
“CCTV kita programkan. Karena anggaran kita cukup terbatas, tapi kami konsisten berkomitmen bahwa nanti kita akan sampai pasang CCTV untuk memonitor,” katanya.
Menurut Irhamsyah, pengawasan diperlukan karena sebelumnya terdapat gangguan terhadap fasilitas penerangan, termasuk kehilangan kabel.
Karena itu, ia berharap masyarakat sekitar ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki.
“Kami berharap masyarakat setempat bisa bersama-sama menjaga. Karena itu semua untuk keamanan pengguna jalan yang melintas di Jembatan Mahakam Hulu,” ujarnya.
Selain penerangan di badan jembatan, persoalan lampu di bagian bawah Jembatan Mahulu juga menjadi perhatian.
Lanjutnya, Pelindo telah menyampaikan surat kepada Pemerintah Provinsi Kaltim untuk meminta izin melakukan peninjauan lapangan bersama terkait penerangan di bagian bawah jembatan.
Surat tersebut kata dia, telah direspons Pemprov Kaltim dan pihaknya siap melakukan peninjauan bersama.
Menurutnya, koordinasi tersebut berkaitan dengan kepentingan pengamanan aset dan kondisi di sekitar bagian bawah jembatan.
Perbaikan penerangan Jembatan Mahulu dilakukan setelah Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loa Buah menyampaikan keluhan terkait kondisi jembatan melalui surat terbuka kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada Juli 2026.
Keluhan tersebut kemudian mendapat respons langsung. Sehari setelah pemberitaan mengenai kondisi penerangan Jembatan Mahulu, Rudy Mas’ud turun meninjau kondisi jembatan pada 21 Juli 2026.
Dalam peninjauan tersebut, persoalan penerangan menjadi salah satu fasilitas yang diminta untuk segera ditindaklanjuti, termasuk lampu yang berada di bagian bawah jembatan.

