SAMARINDA: Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi menekankan pentingnya kontribusi nyata sektor perbankan bagi masyarakat tidak hanya melalui layanan keuangan tetapi juga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia mengatakan, Komisi II tidak hanya melihat besaran keuntungan atau selisih bunga dalam kerja sama perbankan, tetapi juga mempertimbangkan manfaat lain yang diberikan kepada masyarakat melalui program CSR.
“Kita membandingkan juga kenapa tidak di BPD Bankaltimtara misalnya. Memang mungkin selisih bunga lebih menguntungkan bank lain, tapi kalau dikompensasi dengan CSR yang dilakukan BPD lebih besar mana? Itu juga harus dihitung,” katanya diwawancarai media, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, penilaian terhadap kerja sama perbankan tidak bisa semata-mata didasarkan pada hitungan finansial langsung, tetapi juga dampak sosial yang dirasakan masyarakat Kota Samarinda.
“Jangan semua dihitung dengan uang. Tapi feedback lain untuk masyarakat Samarinda itu apa? Itu yang kita tanyakan,” tegasnya.
Iswandi menyebut, berdasarkan informasi yang diperolehnya, nilai CSR dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) setiap tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar dalam berbagai bentuk program bantuan.
“Bentuknya macam-macam, bisa lampu, fasilitas umum dan lainnya. Mereka biasanya ada laporan CSR tiap tahun,” ungkapnya.
Ia menilai manfaat CSR tersebut perlu diperhitungkan dalam pengambilan kebijakan kerja sama keuangan daerah.
“Kalau selisih bunga misalnya hanya setengah persen atau sekitar Rp500 juta, sementara CSR dari BPD bisa sampai Rp1 miliar, itu kan harus dihitung juga manfaatnya,” katanya.
Menurut Iswandi, kontribusi CSR yang tepat sasaran bahkan dapat membantu pembangunan fasilitas publik di Samarinda.
“Rp500 juta itu lumayan untuk bangun taman satu selesai. Jadi semua harus dihitung secara menyeluruh,” pungkasnya.

