SAMARINDA: Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda Arif Kurniawan mengusulkan Pemerintah Kota Samarinda mempertimbangkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring apabila kualitas udara memburuk hingga kategori tidak sehat atau berbahaya.
Usulan tersebut disampaikan menyusul pantauan IQAir pada pukul 18.00 Wita yang mencatat indeks kualitas udara Samarinda mencapai 164 AQI US, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 83 µg/m³. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Data BMKG pada hari yang sama juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Samarinda berada dalam kategori tidak sehat.
Arif menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas apabila kondisi udara semakin memburuk. Menurutnya, PJJ dapat menjadi langkah perlindungan sementara bagi anak-anak yang beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi hingga siang hari.
“Jika kualitas udara di Samarinda sudah masuk kategori berbahaya, maka keselamatan dan kesehatan anak-anak kita harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu mengambil langkah cepat, termasuk mempertimbangkan PJJ atau pembelajaran daring untuk sementara waktu,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 16 September 2026.
Meski demikian, Arif menekankan kebijakan tersebut harus didasarkan pada data kualitas udara yang terukur dan terverifikasi oleh instansi berwenang, bukan berdasarkan asumsi.
“Kita tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan asumsi. Ukurannya harus jelas, datanya harus terbuka, dan koordinasi antara Pemkot, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta instansi terkait harus dilakukan,” tegasnya.
Selain opsi PJJ, Fraksi PKS juga mendorong peningkatan pemantauan kualitas udara secara real time, keterbukaan informasi kepada masyarakat, serta pengendalian sumber pencemaran dan asap yang menyebabkan penurunan kualitas udara.
Perlindungan terhadap anak-anak perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika kualitas udara sudah berada pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan.
“Anak-anak adalah generasi masa depan Samarinda. Jangan sampai mereka harus menanggung risiko kesehatan karena kondisi udara yang tidak aman,” pungkasnya.

