JAKARTA: Nostalgia kawasan Melawai yang lekat dengan cerita anak sekolah era 1980-an kini dihidupkan kembali lewat sebuah ruang hiburan bernama Melawai 80.
Berlokasi di dalam Dapur Raya Pasaraya Blok M, Jakarta, tempat ini disiapkan sebagai ruang berkumpul publik yang memadukan hiburan, memori kolektif, dan aktivitas kreatif lintas generasi.

Melawai 80 dirancang sebagai entertainment post, sebuah ruang terbuka yang menghadirkan beragam aktivitas hiburan mulai dari nonton bareng (nobar), pertunjukan musik, tarian, hingga diskusi dan podcast bertema olahraga serta gaya hidup.
Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah nobar Piala Dunia 2026, yang akan digelar pada Juni mendatang.
Koordinator acara sekaligus penggagas Melawai 80, Taufik Jursal Effendi menjelaskan bahwa tempat ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga wadah silaturahmi dan ekspresi lintas generasi.
“Ke depan, Melawai 80 akan menjadi semacam entertainment post. Ada nobar Piala Dunia, live music, tari, sampai diskusi olahraga. Semuanya dikembangkan di sini,” ujar Taufik yang juga Praktisi sepak bola.
Melawai 80 diinisiasi oleh alumni berbagai SMA di Jakarta yang tumbuh pada era 1980-an, di antaranya alumni SMA 3, 4, 6, 8, 9, 11, 24, dan 26.
Mereka tergabung dalam komunitas bernama Komunitas Melawai 80.
“Yang menginisiasi ini memang anak-anak 80-an. Karena itu ada angka 80. Ini tempat silaturahmi kami, tapi sekaligus dibuka untuk umum,” kata Taufik.
Melawai sendiri memiliki makna historis bagi generasi tersebut. Kawasan ini dikenal sebagai ruang pergaulan anak sekolah Jakarta tempo dulu, tempat berjalan sepulang sekolah, bertemu teman, dan menjadi bagian dari memori kolektif remaja pada masanya.
“Nostalgia itu yang ingin kami hidupkan kembali, tapi dengan konsep yang relevan untuk hari ini,” tambahnya.
Meski digagas oleh komunitas alumni, Melawai 80 tidak bersifat eksklusif.
Tempat ini terbuka untuk masyarakat umum dari berbagai latar belakang dan usia.
Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp80.000, yang sudah termasuk minuman kopi, bakmi, serta akses menikmati berbagai hiburan yang tersedia.
Di dalam area ini, pengunjung dapat menikmati pertunjukan live music, dance performance, bermain piano, hingga menyaksikan tayangan olahraga bersama dalam suasana santai dan interaktif.
“Kami ingin siapa pun bisa datang. Tidak harus alumni. Ini ruang publik,” jelas Taufik, yang juga bertanggung jawab di divisi program acara.
Melawai 80 menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang berkembang di kawasan Blok M, khususnya di dalam Dapur Raya Pasaraya.
Meski tidak menargetkan jumlah pengunjung secara masif, konsep yang diusung menekankan keterpaduan aktivitas, kualitas interaksi, dan pengalaman bersama.
“Ruangannya terbatas, tapi kami menjadi bagian dari ruang yang terintegrasi. Ke depan akan ada program rutin, termasuk podcast tentang sepak bola dan olahraga lainnya,” ujar Taufik.
Dengan menggabungkan nostalgia, hiburan, dan ruang ekspresi kreatif, Melawai 80 diharapkan menjadi titik temu baru di Blok M—tempat generasi lama bernostalgia dan generasi baru ikut merayakan ruang kota yang hidup.

