JAKARTA: Memasuki musim penghujan, tantangan keselamatan transportasi semakin besar, dengan risiko kecelakaan dan bencana alam yang semakin tinggi.
Kecelakaan berkendara, bisa saja terjadi dimana saja dan jauh dari prediksi. Karenanya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terus mengingatkan agar menjaga keselamatan berkendaraan haruslah jadi faktor yang diutamakan.
Saat bincang-bincang dengan jurnalis media massa yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, akhir pekan Menteri Dudy memaparkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan dalam sektor transportasi.
Untuk itu, Menhub telah mengingatkan kepada seluruh pejabat Kementerian Perhubungan, mulai dari Eselon I hingga Eselon IV serta jenjang paling bawah agar lebih waspada menghadapi musim penghujan.
Komitmennya, keselamatan harus terus menjadi perhatian utama dalam setiap moda transportasi. “Kita tidak boleh lengah pada setiap hal yang terkait keselamatan, sebab keselamatan adalah untuk kepentingan bersama,” tegas Dudy.
“Satu nyawa itu terlalu banyak untuk kita korbankan apabila kita tidak memperhatikan atau mempedulikan soal keselamatan. Keselamatan bukan sekadar jargon, bukan sekadar sesuatu di atas kertas, atau bukan administrasi. Kalau sudah bicara harga diri adalah sesuatu yang tidak bisa kita tawar,” ungkap Menhub Dudy.
Dikatakan, dalam menjaga keselamatan transportasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat aturan dan standar keselamatan. Pemeriksaan di lapangan, pengawasan terhadap operator hingga penindakan terhadap pelanggaran terus ditingkatkan.
“Dengan demikian, seluruh penyelenggara transportasi dapat bekerja dengan standar yang jelas dan terukur,” papar Menhub Dudy.
Menhub mengaku, saat ini tengah disusun sebuah formulasi aturan pengelolaan transportasi, khususnya transportasi publik bagi para operator. Aturan tersebut memuat kewajiban asesmen bagi pengelola transportasi publik, baik di tingkat direksi maupun komisaris.
“Kami melihat bahwa sektor transportasi khususnya transportasi publik di mana kita bertanggaung jawab terhadap masyarakat yang menggunakan, kita ingin memastikan bahwa penyelenggara atau perusahaan itu memahami, serta mengerti aspek keselamatan,” ujar Menhub Dudy.
Untuk memperkuat keselamatan khususnya pada transportasi laut, aturan terhadap angkutan barang khususnya barang berat kini telah diperketat.
Menhub Dudy telah meminta operator kapal seperti PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry lebih ketat lagi terhadap angkutan kendaraan barang khususnya barang berat.
Bagi angkutan penyeberangan, angkutan penumpang mulai dipisahkan dengan angkutan barang untuk menjaga keamanan dan keselamatan penyeberangan. Penerapan aturan ini juga merupakan bagian dari kampanye zero over dimension over load (ODOL) 2027.
“Kami sudah minta pemisahan ini diterapkan, seperti di Pelabuhan Ketapang. Kita harus mengedukasi beberapa pihak supaya bisa memahami bahwa pemisahan di pelabuhan penyeberangan itu demi keselamatan,” ucap Menhub Dudy.
Dengan aturan jelas dan praktek tegas di lapangan, Menhub berharap keselamatan transportasi akan menjadi budaya yang dijaga bersama.
Menhub Dudy juga menyatakan, keselamatan merupakan bagian dari kampanye yang harus disampaikan secara berulang dan berkelanjutan kepada seluruh insan transportasi, baik di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun seluruh stakeholder transportasi.
Ia juga terus mengingatkan agar tidak boleh lengah pada setiap hal yang terkait keselamatan, sebab keselamatan adalah untuk kepentingan bersama.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Muhammad Risal Wasal dan Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan.

