Samarinda – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kaltim, Muhammad Fajri Alfarobi mengatakan pihaknya ingin Ketua Umum PBNU priode 2021-2026 nantinya dapat membangun Nahdatul Ulama (NU) dalam perspektif Indonesia Timur, tidak lagi dalam perspektif Jawa.
“Kalau bicara tentang misi Kaltim, kita ingin membangun NU dengan perspektifnya sudah Indonesia Timur tidak lagi perspektif Jawa,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (21/12/2021).
Diketahui, Muktamar NU ke-34 akan dilaksanakan di Kota Bandar Lampung pada Rabu (22/12/2021) besok dan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Nantinya Muktamar akan menentukan Ketua Umum PBNU priode 2021-2026. Ada dua calon kandidat yang akan maju yakni Prof.DR.KH.Said.Aqil Siradj dan KH.Yahya Cholil Taqkuf.
Robi sapaan akrabnya membeberkan, mayoritas pemilih cabang NU di Kaltim akan memberikan dukungan pada KH. Yahya Cholil Taqkuf.
“Meski tidak menutup kemungkinan semuanya akan berubah, karena dinamika biasa saja terjadi. Meski beda pilihan tapi tetap mengutamakan solidaritas,” ungkapnya.
Menurutnya, sangat penting melihat NU ke depan dengan perspektif Indonesia Timur. Sebab, cara beraktifitas, beribadah dan bergaul harus disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia Timur.
“Bagi Kaltim memperjuangkan NU dalam perspektif Indonesia Timur itu juga berhubungan dengan IKN Baru yang ditetapkan oleh Presiden. Sehingga tidak lagi harus berakselerasi gerakan itu ke Jawa sentris, tapi bagaimana sudah mengarah pada pembangunan kultur NU di Indonesia Timur,” bebernya.
Robi menambahkan jika Kaltim akan membawa rombongan sebanyak 125 orang dari pengurus cabang NU kabupaten/kota dan 12 orang dari GP Ansor.

