SAMARINDA: Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati mendorong kegiatan menulis tidak berhenti sebagai program literasi, tetapi berkembang menjadi budaya di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diwujudkan dengan melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, hingga orang tua dalam menghasilkan karya.
“Harapan saya, ini menjadi program strategis yang terus kami laksanakan karena literasi adalah jiwa kami. Setiap ide akan kami tuangkan melalui karya yang dapat diakses oleh mitra sekolah, anak didik, maupun masyarakat umum,” ungkapnya saat menyerahkan buku hasil karya keluarga besar SDN 007 Samarinda Ulu kepada Sekda Neneng di Ruang Rapat Sekda Kota Samarinda, Selasa, 1 September 2026.
Konsistensi itu terlihat dari jumlah karya yang berhasil diterbitkan. Sejak dirinya ditugaskan di SDN 007 Samarinda Ulu pada 2023, sekolah tersebut telah meluncurkan 18 buku. Jumlah itu berlanjut dengan 11 buku pada 2024, 12 buku pada 2025, dan delapan buku hingga Mei 2026. Dengan demikian, dalam kurun waktu tersebut telah lahir 49 buku yang menjadi hasil karya keluarga besar sekolah.
Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar jumlah publikasi. Lebih dari itu, kegiatan menulis diarahkan untuk membangun kebiasaan warga sekolah dalam menuangkan ide, pengalaman, maupun gagasan melalui karya.
Karena itu, pihak sekolah berkomitmen terus membuka ruang bagi siswa dan guru untuk menulis sekaligus mengembangkan kegiatan literasi agar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ia juga membuka ruang evaluasi terhadap program yang telah berjalan. Sementara masukan dari Pemerintah Kota Samarinda maupun berbagai pihak diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan untuk memperkuat gerakan literasi di sekolah.
“Kami sangat bangga dapat menyerahkan buku hasil karya keluarga besar SDN 007 Samarinda Ulu kepada Ibu Sekda secara langsung. Kami juga tidak menutup pintu terhadap koreksi dan saran dari berbagai pihak sebagai bahan refleksi dan evaluasi untuk melakukan perbaikan ke depan,” tuturnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. Ia menilai keterlibatan tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam menghasilkan karya merupakan langkah positif dalam membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Neneng berharap konsistensi SDN 007 Samarinda Ulu dapat memperkuat sinergi antara satuan pendidikan dan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengembangkan literasi, kreativitas, serta prestasi peserta didik.
Ia juga berharap praktik baik yang dilakukan SDN 007 Samarinda Ulu dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Samarinda untuk mengembangkan kegiatan literasi yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah.

