Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Serapan Anggaran Vaksin Bontang Belum Maksimal, Komisi I Pertanyakan
DPRD Bontang

Serapan Anggaran Vaksin Bontang Belum Maksimal, Komisi I Pertanyakan
Telah dibaca : 565 Kali.

MarselaBy Marsela10 Juni 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

Bontang – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang kembali mempertanyakan kepastian pagu anggaran obat dan vaksin. Hal itu lantaran serapan anggaran 2021 Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang yang belum maksimal.

Berdasarkan informasi dari Dinkes, anggaran untuk obat dan vaksin mencapai Rp2 miliar. Akan tetapi, hingga akhir bulan Mei hanya terealisasi sekitar Rp4 juta.

Demikian diungkapkan anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris saat rapat kerja bersama dengan Dinas Kesehatan Bontang yang membahas terkait serapan capaian anggaran 2021.

“Sudah memasuki pertengahan tahun, akan tetapi penyerapan masih terbilang jauh sekali dari anggaran yang ditetapkan. Ini yang kami pertanyakan,” kata Abdul Haris di Gedung Sekretariat DPRD Kota Bontang, Jalan Moeh Roem Kelurahan Bontang Lestari, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, capaian di lapangan masih banyak yang belum menerima vaksin. Begitu pun untuk lansia masih sekitar 30 persen, sedangkan anggarannya ada.

Politikus PKB itu mempertanyakan apakah vaksin itu pengadaannya melalui belanja daerah atau murni dari pemerintah pusat yang mendistribusikan ke setiap daerah di Indonesia.

Menyikapi hal itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan dan Keuangan Dinkes Bontang Ahmad Hamid menjelaskan bahwa kepastian anggaran Rp2 miliar itu bukan untuk pengadaan vaksin.

“Bukan untuk pengadaan vaksin, karena anggaran vaksin murni dari pemerintah pusat,” katanya.

Sementara pemerintah daerah tidak melakukan pembelian untuk vaksin. Akan tetapi, di dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) tertulis vaksin.

“Memang itu terjadi dari SIPD,” ungkapnya.

Terkait mengapa penyerapan masih terbilang 0 persen, menurutnya lantaran untuk pembelanjaan obat harus menggunakan sistem e-katalog. Namun, penayangan e-katalog tersebut terbilang sulit.

“Kami tidak bisa melakukan pengadaan obat sesuai waktu yang ditentukan. Kalau menggunakan pembelian dengan sistem lain, risikonya tinggi,” tandasnya.

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleJembatan Achmad Amins Hanya untuk Kendaraan Pribadi dan Ambulan
Telah dibaca : 661 Kali.
Next Article Siswa SMP Jadi Korban Pemerkosaan, Pelaku Diamankan
Telah dibaca : 698 Kali.
Marsela

Related Posts

340 Warga Hadiri Reses Sumardi, Keluhkan PJU Mati dan Drainase di RT Loktuan
Telah dibaca : 927 Kali.

4 Desember 2024

Yassier Arafat: Terminal Tipe B Bontang Dijadwalkan Beroperasi Desember 2024
Telah dibaca : 981 Kali.

30 November 2024

Yassier Minta Pemkot Jaga Fungsi Lapangan Berbas Pantai Sebagai Ruang Olahraga Warga
Telah dibaca : 988 Kali.

29 November 2024

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 625 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 639 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 625 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 639 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 625 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 639 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.