MADINAH: Secara bertahap, calon jemaah haji Indonesia mulai memasuki Kota Suci Madinah untuk melaksanakan rangkaian ibadah sunnah, termasuk shalat 40 waktu (arbain) di Masjid Nabawi.
Meski suhu udara di Madinah saat ini mencapai 34°C dengan kelembapan sekitar 14 persen, ibadah tetap berlangsung lancar di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Muchlis Hanafi di Jakarta, Minggu, 4 Mei 2025.
Muchlis mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Madinah, serta memanfaatkan waktu di Masjid Nabawi secara bijak.
Ia juga mengimbau agar jemaah menyimpan informasi lengkap tentang hotel atau pemondokan tempat mereka menginap, baik di Madinah maupun nanti di Makkah.
Langkah ini penting untuk mencegah kebingungan jika jemaah terpisah dari rombongan, dan memudahkan proses identifikasi.
Menurut Muchlis, pemerintah telah menyiapkan 300 hotel untuk akomodasi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Rinciannya, sebanyak 205 hotel berada di Makkah, dan 95 hotel di Madinah.
“Jumlah ini cukup untuk menampung 203.320 jemaah haji reguler,” ungkapnya.
Di Makkah, seluruh hotel yang digunakan terletak dalam radius maksimum 4,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Pemerintah juga menyediakan layanan bus shalawat guna membantu mobilitas jemaah menuju dan dari masjid.
Sementara itu, di Madinah, seluruh hotel berada di kawasan Markaziyah, yang merupakan area terdekat dengan Masjid Nabawi.
Karena lokasi hotel di Madinah relatif dekat dengan masjid, jemaah diimbau untuk tidak terburu-buru kembali ke hotel setelah menunaikan ibadah.
“Manfaatkan waktu di masjid Nabawi untuk memperbanyak zikir. Tujuannya agar tidak terjadi kepadatan antrian lift hotel,” tuturnya.
“Perlu diketahui, bahwa kondisi hotel di Madinah, umumnya memiliki lobi yang tidak terlalu besar dan lift terbatas,” sambungnya.

