Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Pemkot Samarinda Terapkan Retribusi Pasar Pagi Non-Tunai, Hari Pertama Tembus Rp70 Juta
Ekonomi

Pemkot Samarinda Terapkan Retribusi Pasar Pagi Non-Tunai, Hari Pertama Tembus Rp70 Juta
Telah dibaca : 708 Kali.

MartinusBy Martinus11 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani memberikan keterangan pers, Rabu 11/3/2026 (Narasi.co/Martin)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menerapkan sistem penarikan retribusi di Pasar Pagi Samarinda secara non-tunai bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan terbaru Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terkait pengelolaan retribusi pasar rakyat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan sistem tersebut telah diluncurkan dan mulai diberlakukan kepada para pedagang.

Meski belum berjalan secara penuh, penerimaan retribusi pada hari pertama penerapan hampir mencapai Rp70 juta.

“Walaupun belum full, kemarin saat pertama diberlakukan nilainya hampir mencapai Rp70 juta dalam satu hari,” ujarnya kepada awak media di Anjungan Karang Mumus Balaikota Samarinda, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Nurrahmani, penerapan sistem non-tunai dilakukan untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan retribusi pasar sekaligus menghilangkan potensi kecurigaan terhadap besaran penerimaan yang dipungut dari pedagang.

“Dengan sistem non-tunai ini kita berharap tidak ada lagi celah untuk mencurigai nilai retribusi yang ada di Pasar Pagi,” jelasnya.

Besaran retribusi yang dikenakan kepada pedagang berbeda di setiap lantai pasar.

Penentuan tarif tersebut mengikuti ketentuan dari Kementerian Perdagangan serta disesuaikan dengan lokasi dan fasilitas yang tersedia di Pasar Pagi.

Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi posisi lantai, maka tarif retribusinya semakin rendah.

Hal tersebut mempertimbangkan faktor aksesibilitas bagi pengunjung yang umumnya lebih mudah menjangkau lapak di lantai bawah.

“Prinsipnya sama seperti apartemen. Semakin tinggi lantainya biasanya semakin murah karena aksesibilitasnya berbeda,” katanya.

Nurrahmani menambahkan bahwa penetapan tarif retribusi memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari peraturan daerah tentang pajak dan retribusi daerah hingga surat edaran wali kota.

“Tarifnya tidak ditentukan sembarangan karena ada payung hukumnya, mulai dari perda tentang retribusi dan pajak daerah hingga perwali,” terangnya.

Meski demikian, pemerintah kota memastikan tarif yang diberlakukan tetap terjangkau bagi pedagang.

Tarif harian yang dikenakan bahkan tidak ada yang mencapai Rp10 ribu per hari.

Untuk lapak jenis los di lantai bawah, tarifnya sekitar Rp5.000 per hari, sedangkan lapak di lantai atas dikenakan tarif yang lebih rendah.

Selain pembayaran harian, pemerintah kota juga menyediakan opsi pembayaran retribusi secara bulanan bagi pedagang.

Skema ini diharapkan dapat memudahkan pedagang sehingga tidak perlu melakukan pembayaran setiap hari.

“Kalau pedagang mau bayar bulanan silakan, kalau mau bayar harian juga tidak masalah. Kita memberikan pilihan agar mereka tidak merasa terganggu saat berdagang,” jelasnya.

Saat ini skema pembayaran bulanan baru diterapkan khusus di Pasar Pagi Samarinda.

Namun pemerintah kota membuka kemungkinan kebijakan serupa diterapkan di pasar lain melalui perubahan atau penambahan aturan dalam surat edaran.

Disdag juga menegaskan bahwa kebijakan retribusi tersebut tidak semata-mata bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan untuk mendukung operasional serta pemeliharaan pasar.

Berdasarkan perhitungan pemerintah kota, potensi penerimaan retribusi Pasar Pagi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun.

Sementara kebutuhan biaya operasional dan pemeliharaan pasar dapat mencapai lebih dari Rp10 miliar.

“Artinya sebenarnya masih disubsidi oleh pemerintah kota,” jelasnya.

Karena itu, kebijakan retribusi lebih difokuskan pada upaya menjaga keberlangsungan operasional pasar sekaligus mendukung aktivitas ekonomi para pedagang.

“Intinya Pak Wali Kota ingin menghidupkan ekonomi masyarakat, khususnya pedagang. Pemerintah memfasilitasi agar aktivitas perdagangan bisa berjalan dan ekonomi masyarakat bergerak,” tutupnya.

Disdag Samarinda Pasar Pagi Samarinda Pedagang Pemkot Samarinda Retribusi
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleKecamatan Bontang Barat Hadirkan Layanan Administrasi On Call untuk Warga di Akhir Pekan
Telah dibaca : 674 Kali.
Next Article Kecamatan Bontang Barat Hadirkan Program “On Time On Camera”, Informasi Publik Disiarkan Live Streaming
Telah dibaca : 719 Kali.
Martinus

Related Posts

Di Tengah Gelombang Investasi IKN, Amanda Ingatkan: Pengusaha Daerah Jangan Jadi Penonton
Telah dibaca : 653 Kali.

12 Juni 2026

Konsumsi Ikan Penting untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak dan Cegah Stunting
Telah dibaca : 653 Kali.

12 Juni 2026

Wujudkan Masyarakat Sejahtera, OJK Literasi Perempuan Lewat TP-PKK
Telah dibaca : 664 Kali.

10 Juni 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 601 Kali.

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 655 Kali.

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 631 Kali.

SKB Bontang Buka Kesempatan Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah
Telah dibaca : 627 Kali.

DPRD Bontang Minta Pembangunan KMP Utamakan Kelengkapan Administrasi
Telah dibaca : 661 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 601 Kali.
Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 655 Kali.
Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 631 Kali.
SKB Bontang Buka Kesempatan Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah
Telah dibaca : 627 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.410 Kali.

8 Maret 20233,836 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.865 Kali.

2 Juli 20253,465 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 5.067 Kali.

8 Maret 20233,364 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.115 Kali.

20 Juni 20243,320 Views
Don't Miss
Kaltim 13 Juni 2026

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 601 Kali.

SAMARINDA: Penting memperbanyak kejuaraan karate, sebagai upaya mencari dan membina bibit atlet unggul. Nantinya dapat…

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 655 Kali.

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 631 Kali.

SKB Bontang Buka Kesempatan Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah
Telah dibaca : 627 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.