Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Kisah Rumaisha, Siswi SMA IT Granada yang Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Pendidikan

Kisah Rumaisha, Siswi SMA IT Granada yang Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Telah dibaca : 748 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah11 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Rumasiha Dareen Najuba siswa SMA IT Granada berhasil menghafalkan Al-Quran 30 Juz, Rabu, 11/3/2026 (Narasi.co/Ira)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Bagi sebagian orang, menghafal Al-Qur’an mungkin terasa seperti perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Namun bagi Rumaisha Dareen Najuba, siswi kelas XII Kesehatan di SMA IT Granada Samarinda, perjalanan itu justru menjadi proses yang membentuk tekad, kesabaran, sekaligus mimpi masa depan.

Gadis kelahiran Tanjung Selor, Kalimantan Utara, 29 Maret 2008 ini memulai langkahnya sejak usia dini.

Pendidikan taman kanak-kanak hingga sekolah dasar ia tempuh di kampung halamannya, yakni di TKIT Qurrota A’yun sebelum melanjutkan ke SDIT Cendekia Taka.

Di masa sekolah dasar inilah benih kecintaannya terhadap Al-Qur’an mulai tumbuh.

“Di SD saya sudah mulai menghafal dan berhasil menyelesaikan juz 30,” kenangnya usai Wisuda Al-Qur’an Angkatan VIII SMA IT Granada, Rabu, 11 Maret 2026.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an berlanjut ketika ia memasuki jenjang SMP.

Demi memperdalam hafalan, Rumaisha melanjutkan pendidikan di Rumah Tahfiz Al-Qur’an Ar-Rahmah di Balikpapan. Keputusan tersebut diambil karena mengikuti jejak sang kakak yang lebih dahulu belajar di sana.

Awalnya, ia tidak pernah membayangkan akan mampu menghafal hingga 30 juz. Namun seiring waktu, proses menghafal justru terasa menyenangkan.

“Saat mulai menghafal ternyata asyik juga. Lama-lama saya berpikir, sepertinya saya bisa menghafal 30 juz,” ujarnya.

Selama tiga tahun menempuh pendidikan di pondok, ia berhasil menyelesaikan hafalan hingga 15 juz. Meski demikian, Rumaisha merasa perjalanannya belum tuntas.

“Karena saya tidak ingin setengah-setengah. Kalau bisa, harus sampai selesai,” katanya.

Tekad tersebut membuatnya melanjutkan perjuangan ketika memasuki SMA IT Granada Samarinda di Samarinda.

Di sekolah inilah ia akhirnya berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan menjadi satu dari dua siswa dari total 111 peserta yang berhasil menyelesaikan hafalan penuh dalam wisuda tersebut.

Jika dihitung sejak ia mulai serius menghafal pada kelas 6 SD, perjalanan itu memakan waktu sekitar tujuh tahun. Sebuah perjalanan yang tidak selalu mudah.

Rumaisha mengakui ada momen-momen sulit yang harus dilalui, salah satunya ketika menghafal juz 16 yang menurutnya memiliki susunan kata yang cukup menantang.

“Di juz 16 itu kata-katanya cukup sulit. Selain itu kadang juga ada masalah dengan teman di sekolah atau hal lain yang membuat prosesnya terasa berat,” ungkapnya.

Meski demikian, ia selalu berusaha menguatkan diri dengan keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti akan diiringi kemudahan.

Ia mengakui pernah berada pada titik keraguan, namun keinginan kuat untuk menyelesaikan hafalan membuatnya terus bertahan.

“Ada masa-masa seperti, ‘bisa tidak ya?’ Tapi karena saya sangat ingin mencapainya, akhirnya saya terus mencoba sampai bisa,” tuturnya.

Untuk menjaga hafalan tetap kuat, Rumaisha memiliki cara sederhana namun konsisten. Ia rutin melakukan murajaah setiap hari serta membaca hafalannya saat salat.

“Kalau salat sendiri kan lebih leluasa. Jadi biasanya saya membaca hafalan yang sudah saya murajaah sebelumnya,” jelasnya.

Di balik keberhasilannya, ada dukungan besar dari keluarga dan para guru.

Meski harus merantau sejak SMP, doa orang tua menjadi sumber kekuatan utama baginya.

“Saya merantau sejak SMP, jauh dari orang tua. Tapi saya yakin doa orang tua sangat berpengaruh dalam perjalanan saya sampai bisa menghafal 30 juz,” katanya.

Peran guru juga sangat berarti dalam perjalanannya.

Salah satu sosok yang banyak memberikan dukungan adalah Ustazah Faras yang selalu memberikan semangat tanpa tekanan.

“Saya sudah beberapa kali mengeluh kepada beliau, tapi beliau selalu menenangkan. Katanya tidak apa-apa kalau belum sampai, yang penting tetap berusaha. Itu yang membuat saya lebih tenang,” ujarnya.

Bagi Rumaisha, Al-Qur’an bukan sekadar hafalan, melainkan panduan hidup.

“Al-Qur’an itu petunjuk. Dalam hidup ini kita tidak bisa berjalan begitu saja tanpa aturan. Al-Qur’an adalah panduan kita,” tuturnya.

Kini setelah berhasil menuntaskan hafalan 30 juz, Rumaisha memiliki mimpi besar untuk masa depan. Selain menjaga hafalannya agar tetap mutqin, ia ingin melanjutkan pendidikan ke dunia kedokteran.

Ia berencana melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mewujudkan keinginan orang tuanya agar ia dapat menjadi seorang dokter.

Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, perjalanan Rumaisha menjadi inspirasi bagi banyak teman sebayanya. Ia pun berpesan agar siapa pun tidak terburu-buru dalam meraih tujuan, termasuk dalam menghafal Al-Qur’an.

“Kalau kita punya keinginan dan mau berusaha, insyaAllah bisa tercapai. Yang penting jangan terburu-buru dan tetap konsisten,” pesannya.

Perjalanan tujuh tahun itu akhirnya berbuah manis. Dari Tanjung Selor hingga Samarinda, dari juz 30 hingga 30 juz lengkap, Rumaisha membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dengan kesabaran, doa, dan ketekunan.

Hafalan 30 Juz Rumaisha SMA IT Granada Samarinda
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleDisdag Samarinda Siapkan Tahap 5 Pembagian Lapak Pasar Pagi
Telah dibaca : 674 Kali.
Next Article Seno Aji Pastikan Kepala Daerah di Kaltim Patuhi Larangan Perjalanan Luar Negeri Jelang Lebaran
Telah dibaca : 705 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 668 Kali.

13 Juni 2026

Pihak Kampus Telah Mendata, IKIP PGRI Kaltim Siapkan Pengembalian Dana Gratispol 10 Penerima Ganda Beasiswa
Telah dibaca : 660 Kali.

12 Juni 2026

Syahariah Mas’ud Minta: Kendala Gratispol Jadi Evaluasi Bersama
Telah dibaca : 670 Kali.

8 Juni 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar
Telah dibaca : 625 Kali.

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 674 Kali.

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 668 Kali.

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 636 Kali.

SKB Bontang Buka Kesempatan Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah
Telah dibaca : 632 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar
Telah dibaca : 625 Kali.
Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 674 Kali.
Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 668 Kali.
Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 636 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.410 Kali.

8 Maret 20233,836 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.865 Kali.

2 Juli 20253,465 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 5.068 Kali.

8 Maret 20233,364 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.115 Kali.

20 Juni 20243,320 Views
Don't Miss
Kaltim 13 Juni 2026

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar
Telah dibaca : 625 Kali.

SAMARINDA: Di tengah tingginya penggunaan internet, masyarakat dihadapkan pada derasnya arus informasi di media sosial.…

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 674 Kali.

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 668 Kali.

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 636 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.