SAMARINDA : Menjadikan Samarinda sebagai kota layak anak (KLA) butuh peran aktif semua pihak, untuk menciptakan pribadi unggul dan lingkungan yang ramah bagi anak,
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun ,yang diwakili Syam Syaimun pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi KLA tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda.
Rapat yang mengangkat tema, Samarinda Menuju Kota Layak Anak”.Digelar di Ruang Rapat Mangkupalas Balai Kota Samarinda, Jumat (17/3/2023).
Dalam sambutan tertulisnya Andi Harun menerangkan, pemerintah, orang tua dan masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang sama untuk membentuk generasi muda yang berprestasi, unggul dan sehat.
“Pemerintah sebagai leading sektor, tapi bukan pelaksana tunggal. Dibutuhkan peran aktif orang tua dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang berprestasi, unggul dan sehat dengan melakukan pembimbingan,” kata dia.
Dijelaskan pembangunan infrastruktur fisik yang dibangun oleh pemerintah dengan konsep ramah terhadap anak, fasilitas yang tidak diskriminatif dan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap anak hendaknya juga menjadi perhatian oleh masyarakat luas.
Semua pihak dapat berpartisipasi dengan mengawasi serta merawat segala bentuk fasilitas yang mendukung terwujudnya masyarakat sebagai KLA. Kemudian secara optimal, masyarakat dapat menampilkan perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi terhadap anak.
Lebih lanjut Andi Harun mengapresiasi komitmen dan respon seluruh pihak yang terlibat dalam membangun Kota Samarinda sebagai KLA tahun 2023.
“Kota ini tidak hanya komitmen untuk membangun sarana dan prasarana fisik. Namun keberpihakan kita ada pada warga kota dengan menciptakan KLA tahun 2023, sehingga dibutuhkan sinergitas semua pihak,” tutupnya.

