SAMARINDA : Pemerintah kota Samarinda menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Keuskupan Agung Samarinda dalam upaya memerangi stunting.
Hal ini diungkapkan Asisten II Pemkot Samarinda, Sam Syaimun di acara Deklarasi Dukungan Keuskupan Agung Samarinda dalam Percepatan Penurunan Stunting.
Deklarasi digelar di Keuskupan Agung Samarinda, Sabtu (17/6/2023).
“Kami sangat apresiasi kepada keuskupan agung Samarinda, ini sangat membantu kami dapat percepatan penurunan stunting,” ungkap Sam di lokasi.
Menurut Sam, data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) menunjukkan jumlah masyarakat miskin ekstrem di Kota Samarinda mencapai 9.032 jiwa dari 1.600 kepala keluarga.
Wali Kota Samarinda telah meluncurkan berbagai program, seperti Probebaya, untuk mengurangi angka stunting di wilayah tersebut.
“Saat ini, berkat program-program seperti Probebaya, jumlah masyarakat miskin ekstrem berhasil diturunkan menjadi 6.973 jiwa yang terdiri dari 1.456 kepala keluarga,” ungkap Sam.
Selain itu, Samarinda telah mencapai 100 persen Universal Health Coverage (UHC).
Artinya seluruh warga masyarakat kota Samarinda telah tercover oleh BPJS Kesehatan.
“Namun kami tetap memastikan tidak ada ibu yang memiliki stunting. Walau ada juga masyarakat yang yang tidak melaporkan ke petugas puskesmas,” ujarnya.
Menurutnya, Deklarasi ini sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.
“Melalui sinergi dan konvergensi dengan para pemangku kebijakan di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. kita optimis penurunan stunting di Samarinda mencapai 14% pada tahun 2024 mendatang,” terangnya.
Acara Deklarasi Keuskupan Agung Samarinda Mendukung Upaya Pemerintah dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kalimantan Timur dihadiri oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G. (K) melalui zoom meeting.
Berbagai kegiatan yang telah dilakukan Oleh Keuskupan Agung Samarinda, diinisiasi oleh Ibu Dr. Brigita Puridawaty, M.Psi, M.Pd Konsultan PAUD MPK Keuskupan Agung Samarinda.
Berdasarkan rencana tindak lanjut (RTL) akan bersinergi bersama beberapa pihak, antara lain WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia), Karya Kepausan Indonesia, KMKI (Komunitas Medik Katolik Indonesia), ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia).

