JAKARTA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menyebut Jakarta saat ini menghadapi permasalahan besar seperti banjir, penurunan permukaan tanah, polusi udara dan air, pemukiman, sampah dan kriminalitas.
Selain itu, penduduknya yang sangat banyak, baik lahir maupun merantau di sana juga menyebabkan jalanan padat merayap sehingga kata “macet” seperti sudah menjadi hal yang melekat ketika berbicara tentang Jakarta.
“Mungkin itu salah satu dasar kenapa pemerintah tetap ingin memindahkan ibu kota negara, supaya tidak macet lagi,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan ketika secara khusus diundang dan mengisi program Podcast Nusa Raya Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia Jakarta Barat, Jumat (24/11/2023).
“Ya biasalah, kalau tidak macet ya bukan Jakarta lah,” ucapnya saat ditanya mengenai perjalanan menuju gedung Kompas oleh Putri Aulia (pemandu acara).
Materi yang dibawa dalam acara berdurasi 30 menit itu seputar perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Provinsi Kalimantan Timur sebagai daerah penyangganya.
Ia menegaskan, keseriusan pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim dibuktikan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022, kemudian direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023.
“Apa sih yang tidak ada di Jakarta. Semua ada dan lengkap, tapi permasalahnnya kompleks pula,” tegasnya.
Menurutnya, meski segalanya serba ada namun Jakarta masih memiliki masalah sosial yang memerlukan pemecahan komprehensif selain permasalahan besar yang sudah ia sebut sebelumnya.
Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menambahkan, pemindahan ibu kota negara tidak serta merta mengabaikan Jakarta sebagai daerah khusus ibu kota (DKI).
Oleh sebab itu, pemerintah resmi mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Khusus Jakarta yang akan mencabut status Jakarta sebagai ibu kota negara.
“Tapi Jakarta tetap memiliki status kekhususan dan keistimewaan, seperti kota global,” sebutnya.
Kedatangan Akmal disambut Pemred Kompas.com Wisnu Nugroho, Wapemred kompas.com Amir Sodikin serta Tim redaksi Kompas.com dan Kompas Tv di Newsroom KompasTv.
Turut hadir mendampingi Akmal, Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Kaltim Syarifah Alawiyah, Tim Ahli Media Pj Gubernur Munandhir Mubarak dan Kabag MKP Biro Adpim Sri Rejeki Marietha. (*)

