BALIKPAPAN: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menyebut kondisi ketenagakerjaan Kaltim pada Agustus 2023 terus membaik dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,31 persen.
“Tingkat pengangguran terbuka Agustus 2023 sebesar 5,31 persen, turun 0,40 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022. Penduduk yang bekerja sebanyak 1.847.295 orang, meningkat sebanyak 100.375 orang dari Agustus 2022,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan saat membuka Job Market Fair (JMF) atau Pameran Bursa Kerja 2023 yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di Pentacity Mall BSB, Balikpapan, Jumat (1/12/2023).
“Semoga hari Jumat yang barokah ini menjadi berkah bagi kita semua. Mudah-mudahan para pencari kerja bisa diterima untuk mengisi lowongan kerja yang disediakan perusahaan-perusahaan pada pameran bursa kerja ini,” tuturnya.
Akmal menerangkan, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2023 sebanyak 1.950.860 orang, naik 98.058 orang dibanding Agustus 2022.
Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik sebesar 0,84 persen poin.
Ia mengungkapkan, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah sektor pertambangan dan penggalian sebanyak 23.564 orang.
Sementara sektor yang mengalami penurunan penduduk bekerja terbesar yaitu industri pengolahan 7.047 orang.
“Kendala terbesarnya ada di sektor hilirisasi. Kunci lapangan pekerjaan itu adalah investasi. Saat ini saya sedang melakukan review RTRW semua daerah, kabupaten/kota di Kaltim untuk pengembangan daerah dan kota-kota baru,” katanya.
“Salah satunya PPU sebagai buffer zone IKN, harus mempersiapkan langkah-langkah yang produktif ke depan,” ungkapnya.
Dirjen Otonomi Kementerian Dalam Negeri itu mengaku sangat berterima kasih atas digelarnya event tersebut untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Benua Etam.
Kepala Disnakertrans Kaltim Rozani Erawadi menyampaikan, JMF 2023 di Balikpapan yang digelar selama tiga hari mulai 1-3 Desember itu merupakan pelaksanaan kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan di Samarinda beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, JMF merupakan upaya pemerintah mendekatkan para pencari kerja dengan lapangan kerja yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan.
“Total ada sekitar 70 perusahaan berpartisipasi di JMF kali ini dengan 1.073 lowongan jabatan. Mudah-mudahan bisa terserap seluruhnya dengan betul-betul mengutamakan warga atau masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur pada umumnya,” harap Rozani.
Tampak hadir, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua Kejaksaan Tinggi Kaltim Roch Adi Wibowo, kepala dan perwakilan dinas tenaga kerja kabupaten/kota se-Kaltim, serta sejumlah pimpinan perusahaan. (*)

