

SAMARINDA: Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari menyatakan dukungannya terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara daring di Koperasi Kelurahan Merah Putih Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama DPRD menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Iya, tentunya kita menyambut baik program dari Bapak Presiden. Terutama Pemkot Samarinda sangat mendukung sekali. Dari 59 kelurahan, 21 tempat sudah siap dan sedang dalam tahap pembangunan, kemudian dua sudah selesai dan salah satunya saat ini sedang kita resmikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan koperasi Merah Putih diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kita berharap perekonomian bisa berputar dengan baik. Tadi juga sempat disampaikan akan ada pasar sembako murah, klinik, pengobatan, dan sebagainya. Jadi ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” katanya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, Celni berharap koperasi tersebut nantinya dapat menyerap hasil panen petani lokal di Samarinda sehingga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut DPRD bersama pemerintah daerah akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait mekanisme operasional koperasi agar berjalan optimal dan melibatkan petani lokal.
“Kita juga harus melibatkan petani lokal sehingga hasil panen mereka bisa terserap dengan baik dan mendapatkan harga yang menguntungkan, tetapi tetap terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Terkait rencana perekrutan manajer koperasi Merah Putih, Celni berharap tenaga kerja yang nantinya mengelola koperasi berasal dari putra daerah dan mampu menjalankan tugas secara profesional.
“Kita berharap pekerja yang ada di dalam koperasi ini bisa berasal dari masyarakat kita sendiri, putra daerah sendiri, dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan koperasi, mengingat sektor kebutuhan pokok sangat rentan terhadap penyalahgunaan.
“Karena memang kebutuhan pokok ini sangat riskan. Jangan sampai ada penyalahgunaan,” tegasnya.

