BALI : Women in Maritime Indonesia (WIMA INA), menunjukkan kiprahnya di dunia maritim internasional dengan mengirimkan empat orang anggotanya menjadi pembicara pada pertemuan Co-operative Forum ke-15 di Hotel Merusaka Nusa Dua, Bali 21-22 Oktober 2024.
Co-operation Forum (CF) merupakan pertemuan tahunan, Cooperative Mechanism yang dilakukan secara bergiliran oleh tiga negara pantai (Indonesia, Malaysia, Singapura) secara urutan alfabetikal.
Tujuan pertemuan ini, untuk meningkatkan dialog dan diskusi mengenai isu-isu yang berkembang, di bidang keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Singapura.
CF memegang peranan penting karena merupakan forum pertemuan pejabat setingkat eselon I/high level (administrasi maritim) dari 3 negara pantai dan negara pengguna selat, asosiasi serta organisasi internasional.
Dalam siaran pers yang diterima narasi.co, Rabu (23/10/2024), Ketua Umum WIMA INA, Nirmala Chandra Motik, memperkenalkan tentang WIMA INA dan anggotanya kepada seluruh delegasi yang hadir, melalui paparannya yang berjudul Women in Maritime Initiative on Environmental Preservation.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut, Ayu Kharizsa, yang juga salah satu dari Srikandi WIMA INA, turut menjadi pembicara.
Ayu berkesempatan membawakan paparan terkait Decarbonization dan Digitalization.
“Saya memberikan sharing knowledge tentang upaya-upaya dekarbonisasi dan digitalisasi yang telah dilakukan di Indonesia,” terangnya.
Selanjutnya, Murni Herawati Sitinjak dari Bagian Hukum dan KSLN Ditjen Perhubungan Laut, memaparkan tentang Update Penetapan PSSA Selat Lombok.
Juga Ririn Irianti dari Direktorat Kenavigasian, menyampaikan update dari Pemerintah Indonesia terkait proyek penggantian dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Ayu mengungkapkan, presentasi yang dibawakan oleh para Srikandi WIMA INA ini mendapatkan apresiasi dari delegasi-delegasi negara lain yang hadir.
Salah satu Delegasi dari Malaysia bahkan menyampaikan pandangannya, bahwa presentasi yang bersifat sangat teknis yang dibawakan srikandi-srikandi WIMA INA ini menandakan, peran Perempuan yang sudah cukup mendalam dan signifikan di sektor maritim Indonesia.
“Dengan adanya pengakuan Internasional ini tentunya dapat mendorong WIMA INA untuk terus meningkatkan komitmennya dalam mendukung peranan wanita di bidang maritim untuk membangun kembali dan meningkatkan budaya maritim di Indonesia,” tukasnya.(*)

