SAMARINDA : Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengatakan ketergantungan Kaltim terhadap sektor tambang sangat tinggi.
Saat ini struktur ekonomi Kaltim didominasi sektor pertambangan.
Menurutnya, kondisi ini tidak ideal karena ketika harga dunia turun, ekonomi Kaltim secara otomatis akan ikut anjlok.
“Sejak 2022, Kaltim sudah mulai mengurangi ketergantungan tambang. Tahun 2023, komposisi tambang dalam struktur ekonomi Kaltim 43 persen, tahun 2024 sudah turun menjadi 38 persen. Harapan kita bisa turun terus sampai 36 persen,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan saat didaulat menjadi dosen tamu pada acara Guest Lecture di Universitas Bakrie dengan membawakan materi berjudul “Pembangunan Kaltim di Era Otonomi Daerah” di Bakrie Tower Lantai 40, Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Ia menjelaskan, Kaltim harus mampu mengembangkan potensi ekonomi lainnya seperti sektor pertanian, jasa, perkebunan, pertanian dan lain-lain.
“Kalau kita lambat melakukan transformasi, kita hanya akan menemukan orang bekerja di tambang,” yakinnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menceritakan kisahnya sebelum menjadi pejabat teras Kementerian Dalam Negeri dan Pj Gubernur Kaltim seperti sekarang ini.
“Setelah lulus SMA, saya masuk Universitas Tanah Abang. Bukan kuliah, tapi jualan. Selama tiga bulan,” candanya.
Untuk itu, ia mengingatkan para mahasiswa Universitas Bakrie patut bersyukur karena bisa berkuliah di tempat yang tepat, sebuah universitas yang memiliki kultur bisnis kuat, dimana setiap harinya mahasiswa bisa bertemu dengan orang-orang yang bekerja dengan tingkat kesibukan yang padat.
Mulai dari mereka yang bekerja di bagian cleaning service hingga karyawan Bakrie Group yang berkantor di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.
“Universitas Bakrie ini mengajarkan entrepreneur. Beruntung kalian bisa belajar di sini,” ucapnya.
“Di sini ada mahasiswa dari Kaltim? Kalau tidak ada, Insyaallah tahun depan sudah ada,” tambahnya.
Ia meyakini keinginan itu akan terwujud karena Pemprov Kaltim dan Universitas Bakrie sudah menyepakati kerja sama dalam bidang pendidikan dan beasiswa.
Isu lain juga dibahas dalam acara itu, diantaranya soal ketersediaan pangan Kaltim, stunting dan proyeksi demografi Kaltim 2045 serta pentingnya pendekatan data presisi untuk perencanaan dan kebijakan pembangunan yang akurat.
Hadir dalam acara tersebut, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmad dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Irhamsyah.
Juga Rektor Universitas Bakrie Prof Sofia W Alisjahbana dan sejumlah pengurus Yayasan Pendidikan Bakrie, para dosen dan puluhan mahasiswa.(*)

